SPPG Polda Kepri Liburkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Sekolah, Fokus ke Kelompok B3
Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar Polda Kepri menghentikan sementara produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah selama libur akhir tahun 2025, mengalihkan fokus ke kelompok B3 sesuai instruksi Badan Gizi Nasional.
SPPG Polda Kepri Liburkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Sekolah, Fokus ke Kelompok B3
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar, yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), menghentikan sementara produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah. Kebijakan ini berlaku selama masa libur sekolah akhir tahun 2025. Fokus penyaluran kini dialihkan kepada kelompok rentan B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar, Eva Andriani, menjelaskan bahwa meskipun sekolah diliburkan, produksi MBG tetap berjalan untuk penerima manfaat lainnya. Hal ini memastikan keberlanjutan program gizi di tengah periode liburan panjang. Penyesuaian ini bertujuan agar bantuan gizi tetap tepat sasaran dan tidak terhambat oleh ketidakhadiran siswa di sekolah.
Distribusi MBG untuk kelompok B3 dilakukan dua kali seminggu, yaitu pada hari Senin dan Kamis, dengan format makanan basah dan kering. Sementara itu, sekolah-sekolah di bawah naungan SPPG Nongsa 3 tidak bersedia menerima MBG selama liburan karena banyak siswa dan guru yang pulang kampung, sehingga distribusi menjadi tidak efektif.
Fokus Penyaluran Gizi Selama Libur Sekolah
Selama periode libur sekolah, Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar secara khusus memfokuskan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok B3. Kelompok ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan asupan gizi tambahan. Keputusan ini diambil berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional untuk memastikan bantuan gizi tetap menjangkau penerima manfaat yang paling membutuhkan.
Eva Andriani, Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar, menegaskan bahwa meskipun produksi MBG untuk sekolah dihentikan, layanan gizi untuk kelompok rentan tetap berjalan optimal. “MBG untuk sekolah tidak ada produksi, tapi kami produksi MBG untuk posyandu saja,” kata Eva di Batam, Sabtu. Hal ini menunjukkan komitmen SPPG dalam menjaga keberlangsungan program gizi.
Alasan utama penghentian distribusi MBG ke sekolah adalah karena banyak sekolah yang tidak bersedia menerima. Pihak sekolah khawatir tidak dapat menangani pendistribusian MBG secara efektif. Ini disebabkan oleh banyaknya siswa dan guru yang pulang kampung selama libur panjang. Oleh karena itu, SPPG memutuskan untuk mengalihkan seluruh kapasitas produksinya untuk kelompok B3.
Sejak 22 Desember 2025, Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar hanya memproduksi MBG untuk 590 penerima manfaat dari kelompok B3. Sebelumnya, SPPG ini memasok MBG untuk total 3.978 penerima manfaat, terdiri atas 17 sekolah dan tiga posyandu. Perubahan fokus ini merupakan langkah adaptif untuk memastikan efisiensi dan efektivitas program gizi.
Mekanisme Distribusi MBG untuk Kelompok B3
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok B3 selama libur sekolah memiliki mekanisme distribusi yang terstruktur. Makanan didistribusikan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Setiap pengiriman mencakup satu porsi makanan basah siap santap dan dua porsi makanan kering dalam kemasan.
Eva Andriani menjelaskan rincian jadwal distribusi tersebut. “Jadi Senin diantarkan satu makanan basah, dua makan kering untuk hari Selasa dan Rabu. Kemudian hari Kamis dikirim satu menu basah dan dua menu kering untuk hari Jumat dan Sabtu,” jelasnya. Pola ini dirancang untuk memastikan kelompok B3 menerima asupan gizi yang cukup selama beberapa hari.
Pendistribusian MBG ini dilakukan melalui posyandu, yang menjadi titik sentral bagi kelompok B3. Dengan demikian, meskipun sekolah diliburkan, akses terhadap makanan bergizi tetap terjaga bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sistem ini juga membantu meminimalkan potensi pemborosan makanan akibat ketidakhadiran penerima manfaat.
Fokus pada kelompok B3 ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menjaga kesehatan dan gizi masyarakat rentan, terutama di masa liburan, ketika akses terhadap program-program reguler mungkin terganggu. Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi jaring pengaman gizi yang penting.
Jadwal Program MBG dan Persiapan Awal Tahun 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan informasi terkait kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. Pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada tanggal 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.
Untuk awal tahun 2026, program MBG secara serentak akan dimulai kembali pada tanggal 8 Januari 2026 di seluruh Indonesia. Sebelum tanggal tersebut, BGN menetapkan periode persiapan bagi semua Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Periode persiapan ini berlangsung pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026.
Masa persiapan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan dapur, sistem distribusi, sumber daya manusia, hingga penguatan standar keamanan pangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua SPPG siap beroperasi secara optimal saat program MBG untuk sekolah dan kelompok lainnya dimulai kembali. Eva Andriani menyatakan pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari BGN mengenai tanggal pasti produksi MBG untuk sekolah.
Keputusan untuk melanjutkan program MBG dengan jadwal yang terstruktur menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, terutama di kalangan anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Koordinasi antara SPPG dan BGN menjadi kunci keberhasilan program gizi nasional ini.
Sumber: AntaraNews