BGN Tegaskan Penghentian Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Sebulan Bukan Penyesuaian Normal
Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga satu bulan di Bandarlampung, menegaskan ini bukan mekanisme penyesuaian normal. Apa penyebabnya?
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu bulan bukanlah bagian dari mekanisme penyesuaian yang normal. Situasi ini terjadi di beberapa sekolah dasar di Bandarlampung sejak 12 Januari 2026.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa kasus semacam ini harus segera ditelusuri. Koordinator wilayah atau pihak terkait diminta untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penghentian layanan ini menimpa SDN 1 Waydadi dan SDN 1 Harapan Jaya di Kecamatan Sukarame, Bandarlampung. Hal ini terjadi akibat adanya peralihan dapur MBG dari SPPG Sukarame 04 ke SPPG Muhamadiyah.
Mekanisme Penyesuaian Distribusi MBG yang Ideal
Sony Sonjaya menjelaskan bahwa penyesuaian distribusi adalah hal yang wajar dalam program seperti Program Makan Bergizi Gratis. Penyesuaian dilakukan untuk menghindari ketimpangan anggaran belanja antar-SPPG. Selisih belanja yang terlalu jauh perlu diatur.
Proses penyesuaian ini umumnya hanya memerlukan waktu yang sangat singkat. Menurut BGN, durasi yang dibutuhkan sekitar satu hingga dua hari saja. Hal ini memastikan kelancaran Program Makan Bergizi Gratis tanpa hambatan berarti.
Oleh karena itu, penghentian distribusi yang mencapai satu bulan dianggap tidak normal. BGN menekankan pentingnya pelaporan segera jika kondisi tersebut terjadi. Ini untuk menjaga akuntabilitas dan efektivitas program.
Tindak Lanjut oleh Satgas MBG Lampung
Menanggapi situasi ini, Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menyatakan akan melakukan pengecekan langsung. Pengecekan akan dilakukan ke SPPG yang menghentikan distribusi ke sejumlah sekolah dasar di Bandarlampung. Tujuannya untuk mengetahui akar permasalahan.
Saipul menegaskan bahwa penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis tidak seharusnya berlangsung selama satu bulan. Ia mengakui bahwa penghentian selama seminggu mungkin masih wajar. Namun, satu bulan sudah tergolong tidak wajar.
Pengecekan ini akan dilakukan bersama koordinator wilayah Lampung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua prosedur telah diikuti. Satgas berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program penting ini bagi anak-anak.
Dampak Penghentian dan Harapan Perbaikan
Penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis sejak 12 Januari 2026 telah berdampak pada ratusan siswa. Mereka adalah penerima manfaat di SDN 1 Waydadi dan SDN 1 Harapan Jaya. Kedua sekolah ini berlokasi di Kecamatan Sukarame, Bandarlampung.
Alasan penghentian adalah adanya peralihan dapur MBG dari SPPG Sukarame 04 ke SPPG Muhamadiyah. Meskipun demikian, transisi ini seharusnya tidak mengorbankan hak anak-anak. Distribusi makanan bergizi sangat krusial bagi tumbuh kembang mereka.
Diharapkan, pengecekan yang dilakukan oleh Satgas MBG Provinsi Lampung dapat segera menemukan solusi. Tujuannya agar Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan. Ini demi memastikan gizi optimal bagi seluruh siswa penerima manfaat.
Sumber: AntaraNews