Program MBG Libur Lebaran, Anggaran Negara Hemat Rp5 Triliun
Langkah ini diambil menyesuaikan dengan kalender libur sekolah dan aktivitas masyarakat selama masa mudik lebaran di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara selama periode libur Idulfitri 2026.
Langkah ini diambil menyesuaikan dengan kalender libur sekolah dan aktivitas masyarakat selama masa mudik lebaran di seluruh Indonesia.
Kebijakan penghentian sementara ini telah diatur jadwalnya agar tidak mengganggu kebutuhan gizi para penerima manfaat utama.
Penyaluran untuk kategori pelajar telah diselesaikan lebih awal dibandingkan kategori penerima lainnya yang masuk dalam daftar prioritas pemerintah.
"Ya, jadi gini. Untuk yang Idulfitri ya, perlu saya sampaikan bahwa untuk anak sekolah, eh penyaluran terakhir tanggal 13 Jumat kemarin," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
BGN Masih Melakukan Distribusi
Meskipun penyaluran untuk anak sekolah sudah berakhir pada pekan lalu, BGN masih melakukan distribusi hingga hari ini bagi kelompok rentan lainnya.
Hal ini dilakukan guna memastikan stok gizi bagi ibu dan balita tetap terpenuhi sebelum memasuki masa puncak libur nasional.
"Nah, kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita terakhir hari ini," ujarnya.
Setelah pendistribusian terakhir pada hari ini selesai dilakukan, seluruh tim operasional di lapangan akan memasuki masa libur lebaran. Dadan memastikan, program ini akan langsung tancap gas kembali segera setelah masa libur resmi berakhir di akhir bulan Maret ini.
"Setelah itu kita akan eh merayakan Idulfitri, dan program makan bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret," tegasnya.
Program Makan Bergizi
Keputusan untuk meliburkan program makan bergizi selama masa lebaran ini ternyata memberikan dampak signifikan pada efisiensi keuangan negara.
Dadan mengungkapkan, jumlah dana yang tidak terpakai selama masa libur ini mencapai angka triliunan rupiah. Anggaran tersebut tetap tersimpan di kas negara dan menjadi bukti efisiensi pengelolaan program nasional yang berbasis pada kehadiran target sasaran di lapangan.
"Tentu saja. Ya. Itu kurang lebih sekitar eh Rp5 triliun, ya. Dihemat dengan seperti itu," katanya.