Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan 2026 di Trenggalek
Kabar baik bagi siswa di Trenggalek! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap disalurkan selama Ramadhan 2026 dengan penyesuaian mekanisme agar gizi siswa tetap terpenuhi.
Siswa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dipastikan akan tetap menerima layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 2026. Kebijakan ini diambil dengan mekanisme penyaluran yang disesuaikan untuk memastikan asupan gizi anak-anak sekolah tetap terpenuhi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang siswa.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek, Neo Ordikla, mengonfirmasi bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menginstruksikan layanan MBG kembali berjalan. Program ini akan aktif mulai Senin, 23 Februari 2026, setelah sempat dihentikan saat masa cuti dan libur awal Ramadhan. Keputusan ini menunjukkan prioritas pada pemenuhan gizi siswa meskipun di tengah bulan puasa.
Penyesuaian mekanisme penyaluran MBG selama Ramadhan 2026 ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program tanpa mengganggu ibadah puasa siswa. Dengan adanya instruksi dari BGN, seluruh pihak terkait di Trenggalek siap melaksanakan program ini. Tujuannya adalah agar siswa tetap mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung aktivitas belajar mereka.
Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan
Selama bulan Ramadhan, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket-paket ini akan didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam menerima makanan dan memastikan kebersihan serta kualitasnya.
Neo Ordikla menegaskan bahwa menu yang disiapkan tidak akan mengandung produk ultra processed food (UPF). Komitmen ini menunjukkan upaya untuk menyediakan makanan yang benar-benar bergizi dan sehat bagi para siswa. Pemilihan menu akan memperhatikan aspek nutrisi dan kesesuaian dengan kebutuhan anak-anak.
Distribusi MBG akan dilakukan enam hari dalam sepekan, yakni dari Senin hingga Sabtu. Teknis pengiriman dapat disesuaikan dengan kapasitas dapur penyedia, termasuk kemungkinan dirapel sesuai kemampuan masing-masing. Fleksibilitas ini diberikan agar proses penyaluran berjalan lancar dan efisien di seluruh wilayah Trenggalek.
Fleksibilitas dan Opsi Penolakan Bagi Sekolah
Meskipun kebijakan ini berlaku untuk seluruh wilayah Trenggalek dan merupakan arahan langsung dari BGN, sekolah diberi fleksibilitas dalam pelaksanaannya. Satuan pendidikan memiliki opsi untuk menerima atau menolak distribusi MBG. Pertimbangan penolakan dapat mencakup keinginan untuk mendukung siswa belajar berpuasa secara penuh.
BGN memberikan dua opsi kepada pihak sekolah terkait Program Makan Bergizi Gratis ini. Jika sekolah tidak bersedia menerima distribusi MBG selama Ramadhan, mereka harus membuat surat penolakan resmi. Surat tersebut kemudian perlu dikoordinasikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Dengan skema ini, pemerintah berharap kebutuhan asupan gizi siswa tetap terpenuhi secara optimal selama Ramadhan. Pada saat yang sama, pelaksanaan ibadah puasa siswa juga tidak akan terganggu. Pendekatan yang fleksibel ini menunjukkan pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan khusus selama bulan suci.
Sumber: AntaraNews