SPPG Polda Kepri Evaluasi Kinerja Relawan Dapur, Pastikan Kualitas Gizi Selama Libur Sekolah
SPPG Polda Kepri manfaatkan libur sekolah untuk evaluasi kinerja relawan dapur, tingkatkan kapasitas, dan sesuaikan distribusi Makan Bergizi Gratis bagi penerima manfaat.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar, di bawah pengelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), mengambil langkah proaktif dengan mengevaluasi kinerja relawan dapur selama periode libur sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas dan higienitas tetap terjaga dalam penyediaan makanan bergizi.
Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar, Eva Andriani, menjelaskan bahwa waktu luang selama libur ini dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas relawan. Evaluasi mencakup penanganan produk pangan serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur yang higienis dan steril.
Kegiatan evaluasi ini juga menjadi momen penting bagi SPPG Polda Kepri untuk menyesuaikan mekanisme distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyesuaian dilakukan mengingat banyak sekolah tidak beroperasi penuh, sehingga penyaluran MBG dialihkan kepada kelompok penerima manfaat lain yang membutuhkan.
Peningkatan Kapasitas Relawan Dapur SPPG
Selama tiga hari masa libur sekolah, SPPG Nongsa 3 Batu Besar fokus pada pengulasan kembali ilmu-ilmu yang telah diterima oleh para relawan dapur. Eva Andriani menegaskan bahwa upaya ini krusial untuk memastikan relawan tetap mengingat dan menerapkan prosedur pengelolaan pangan yang baik.
Sebelumnya, seluruh relawan telah mengikuti pelatihan komprehensif mengenai pengelolaan pangan. Oleh karena itu, kegiatan evaluasi ini berfungsi sebagai penyegaran dan penguatan pemahaman mereka.
Selain mereview materi pelatihan, SPPG juga aktif mensosialisasikan kebijakan halal, prosedur penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tata cara cuci tangan yang benar. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan yang diproduksi.
SPPG Polda Kepri memiliki 46 orang relawan yang terbagi dalam beberapa divisi, termasuk persiapan (delapan orang), pengolahan (delapan orang), pengemasan (sebelas orang), pengemudi (empat orang), keamanan (satu orang), petugas kebersihan (satu orang), asisten dapur (satu orang), dan relawan laboratorium (satu orang). Evaluasi ini menjadi kesempatan untuk memastikan semua relawan tetap kompeten dalam tugasnya.
Penyesuaian Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Mulai tanggal 22 Desember 2025, Dapur SPPG Polda Kepri menghentikan produksi dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah. Keputusan ini diambil karena banyak sekolah tidak bersedia menerima MBG selama libur, dengan alasan siswa dan guru banyak yang pulang kampung.
Meskipun demikian, aktivitas dapur tetap berjalan untuk produksi menu basah pada hari Senin dan Kamis, serta penyiapan menu kering pada siang hari.
Eva Andriani menjelaskan bahwa selama libur sekolah, seluruh SPPG diinstruksikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk menyalurkan MBG kepada penerima manfaat tanpa terkecuali. Penerima manfaat tersebut meliputi sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau kelompok B3.
Distribusi MBG selama libur sekolah dilakukan dua kali seminggu, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Setiap pengiriman mencakup satu makanan basah (siap santap) dan dua menu makanan kering (kemasan) untuk beberapa hari ke depan.
Misalnya, pada hari Senin, dikirim satu makanan basah dan dua makanan kering untuk hari Selasa dan Rabu. Kemudian pada hari Kamis, dikirim satu menu basah dan dua menu kering untuk hari Jumat dan Sabtu.
Saat ini, Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar memasok MBG untuk 3.978 penerima manfaat. Namun, karena sekolah tidak bersedia menerima, MBG hanya diproduksi untuk kelompok B3.
Sumber: AntaraNews