Satgas MBG Manokwari Perketat Pengawasan Mutu Program Makan Bergizi Gratis Manokwari
Satgas MBG Manokwari terus memantau mutu dan kelayakan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis Manokwari, memastikan manfaat program diterima aman oleh peserta didik di tengah tantangan distribusi.
Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Manokwari intensif memantau mutu dan kelayakan makanan. Pemantauan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peserta didik. Langkah ini diambil guna memastikan manfaat program diterima secara aman oleh seluruh penerima.
Pengawasan berkelanjutan dilakukan melalui rapat evaluasi bersama Koordinator Regional MBG Papua Barat. Rapat ini bertujuan untuk melihat perkembangan terbaru pelaksanaan MBG di daerah tersebut. Pemantauan ini berlangsung di Manokwari, Papua Barat, dan menjadi perhatian utama mengingat Manokwari memiliki jumlah penerima MBG tertinggi.
Ketua Satgas MBG Manokwari, Mugiyono, menegaskan bahwa pengawasan mutu dan ketepatan distribusi menjadi perhatian utama. Hal ini krusial karena Manokwari saat ini menjadi kabupaten dengan jumlah penerima MBG tertinggi di Papua Barat, bahkan di Tanah Papua. Evaluasi terbaru dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari.
Pengawasan Ketat dan Tantangan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Manokwari
Ketua Satgas MBG Manokwari, Mugiyono, menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap mutu dan ketepatan distribusi makanan. Manokwari menjadi kabupaten dengan jumlah penerima MBG tertinggi di Papua Barat, bahkan di Tanah Papua. Oleh karena itu, pengawasan ketat menjadi prioritas utama bagi Satgas MBG.
Satgas MBG juga berupaya keras untuk memastikan seluruh siswa di wilayah tersebut dapat menerima MBG. Ini termasuk menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum sepenuhnya terlayani. Upaya perluasan jangkauan ini menunjukkan komitmen Satgas dalam pemerataan gizi.
Rapat evaluasi turut membahas insiden penutupan sementara dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Manokwari belum lama ini. Penutupan ini terjadi akibat keterlambatan penyaluran MBG yang berdampak pada kualitas makanan. Kasus roti berjamur menjadi bukti kelalaian SPPG dalam memenuhi standar.
Meskipun tidak ada kasus keracunan atau kejadian luar biasa (KLB) yang dilaporkan, Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Barat segera bertindak. BGN memberikan sanksi berupa penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut. Tindakan ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis Manokwari.
Peran Instansi Terkait dan Skala Penerima Manfaat MBG di Papua Barat
Mugiyono menjelaskan bahwa Satgas MBG Manokwari melibatkan instansi teknis seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam pemantauan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi. Setiap kasus di lapangan akan langsung ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan BGN.
Satgas MBG Manokwari juga aktif memberikan rekomendasi teknis kepada BGN sebagai bahan evaluasi. Meskipun keputusan akhir berada di kewenangan BGN, masukan dari Satgas sangat penting. Ini menunjukkan adanya mekanisme umpan balik yang konstruktif dalam Program Makan Bergizi Gratis Manokwari.
Koordinator BGN Regional Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, memaparkan data penerima manfaat MBG di wilayahnya. Total penerima manfaat di Papua Barat mencapai 94.743 orang, meliputi peserta didik maupun kelompok 3B. Data ini menggarisbawahi skala besar program yang dijalankan.
Kabupaten Manokwari tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima manfaat MBG terbanyak di Papua Barat, yaitu 49.681 orang. Disusul oleh Kabupaten Teluk Wondama dengan 7.143 orang, Manokwari Selatan 7.049 orang, Teluk Bintuni 6.491 orang, Kaimana 13.114 orang, dan Fakfak 11.265 orang. Dari 43 SPPG yang beroperasi di enam kabupaten se-Papua Barat, 22 di antaranya berada di Kabupaten Manokwari.
Sumber: AntaraNews