Fantastis! 51.571 Warga Kendari Nikmati Program Makan Bergizi Gratis, Petani Lokal Untung Besar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendari telah menjangkau 51.571 penerima per September 2025, termasuk pelajar dan kelompok 3B. Bagaimana program ini juga menggerakkan ekonomi lokal?
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pencapaian signifikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari. Hingga 18 September 2025, program ini telah berhasil menjangkau sebanyak 51.571 penerima manfaat. Angka fantastis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan asupan gizi yang memadai bagi masyarakat.
Kepala Regional SPPG BGN Sultra, Rifani Agnes Eka Wahyuni, menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat adalah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, SMP, hingga SMA, baik negeri maupun swasta, total 49.639 pelajar telah merasakan manfaat program ini. Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Selain pelajar, program MBG juga menyasar kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebanyak 1.932 individu dari kelompok ini juga menerima bantuan gizi, melengkapi total penerima manfaat. Distribusi makanan bergizi ini dilakukan secara terkoordinasi melalui belasan dapur umum yang tersebar di seluruh kota.
Jangkauan Luas dan Prioritas Penerima Manfaat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendari menunjukkan jangkauan yang luas dengan fokus pada kelompok prioritas. Data BGN Sultra menegaskan bahwa 49.639 pelajar telah tercatat sebagai penerima manfaat utama. Mereka berasal dari semua tingkatan sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, mencakup institusi negeri dan swasta.
Tidak hanya pelajar, program ini juga secara khusus menyasar kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebanyak 1.932 orang dari kategori ini mendapatkan asupan gizi tambahan yang krusial bagi kesehatan mereka. Total penerima manfaat yang mencapai 51.571 orang ini menunjukkan skala intervensi gizi yang signifikan di Kota Kendari.
Pendistribusian makanan bergizi ini diatur melalui 18 dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi di Kota Kendari. Pihak BGN juga menerapkan prosedur ketat dalam pendataan penerima manfaat, khususnya siswa di sekolah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kondisi khusus seperti alergi makanan pada individu tertentu.
"Jangan sampai di sekolah itu ada siswa yang mungkin alergi kalau makan daging atau semacamnya. Sehingga sebelum didistribusikan kami minta ke pihak sekolah atau dinas terkait mendata penerima manfaat dan kondisi mereka," ungkap Agnes, menekankan pentingnya personalisasi layanan gizi.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Dampak Ekonomi Lokal
Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan bahan pangan. BGN secara aktif meminta pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan bahan makanan seperti beras, daging, sayur-sayuran, hingga bumbu masak. Kebutuhan ini sangat besar mengingat skala program.
Sebagai gambaran, satu dapur SPPG yang melayani antara 3.000 hingga 3.500 penerima manfaat membutuhkan stok beras sekitar 180-250 kilogram setiap harinya. Jika dirata-ratakan 200 kilogram beras per SPPG, maka untuk penyaluran selama lima hari, satu dapur saja memerlukan satu ton beras. Ini menunjukkan potensi besar bagi sektor pertanian lokal.
Kondisi ini secara langsung membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat, khususnya para petani sawah di daerah. Dengan permintaan bahan pangan yang konsisten dan dalam jumlah besar, petani lokal mendapatkan pasar yang stabil. Oleh karena itu, BGN sangat mengharapkan pemerintah dapat terus mendorong produksi bahan pangan di masyarakat dan melalui dunia usaha, termasuk UMKM.
Permintaan bahan baku lokal yang tinggi ini tidak hanya memastikan keberlanjutan program gizi. Namun juga menjadi stimulus ekonomi yang signifikan. Ini menciptakan simbiosis mutualisme antara program sosial dan pengembangan ekonomi daerah.
Ekspansi Program di Seluruh Sulawesi Tenggara
Selain Kota Kendari, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah menunjukkan ekspansi yang luas di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, tercatat ada 106 dapur SPPG untuk MBG yang telah beroperasi di 16 kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Ini menandakan komitmen BGN untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Namun, masih ada satu daerah yang belum memiliki dapur SPPG untuk MBG, yaitu Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Pihak BGN Regional Sultra terus berupaya keras untuk mengatasi kesenjangan ini. Mereka menargetkan agar SPPG di Konkep dapat segera terbentuk dan beroperasi pada tahun ini.
"Tapi kami upayakan agar tahun ini SPPG di Konawe Kepulauan sudah terbentuk," tambah Rifani Agnes, menunjukkan optimisme. Pembentukan dapur SPPG di Konkep akan melengkapi cakupan program di seluruh Sulawesi Tenggara. Ini akan memastikan bahwa manfaat gizi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut.
Ekspansi ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan dan pentingnya program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat secara merata.
Sumber: AntaraNews