Capaian Program Makan Bergizi Gratis Kepri: 474 Ribu Orang Terima Manfaat Sepanjang 2025
Program Makan Bergizi Gratis Kepri berhasil menjangkau 474.708 penerima manfaat sepanjang 2025, namun percepatan aktivasi dapur masih menjadi prioritas utama.
Kantor Pelayanan Program Gizi (KPPG) Pekanbaru mencatat bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 474.708 orang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2025. Capaian signifikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di wilayah tersebut. Program ini menjadi salah satu inisiatif penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan.
Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 172 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah beroperasi secara penuh di Kepri, berperan vital dalam penyaluran makanan. Dapur-dapur ini merupakan tulang punggung distribusi manfaat MBG kepada kelompok sasaran. Keberadaan SPPG memastikan program dapat berjalan efektif.
Kepala KPPG Pekanbaru, Syartiwidya, menyatakan bahwa realisasi penerima manfaat MBG di Kepulauan Riau mencapai 78 persen dari potensi sasaran yang ditetapkan. Fokus utama program ini adalah mengoptimalkan infrastruktur dapur SPPG agar seluruh siswa dan kelompok prioritas lainnya merasakan dampak positif. Ini termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi target utama.
Realisasi dan Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis di Kepri
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau telah menunjukkan progres positif dengan menjangkau 474.708 penerima manfaat hingga akhir tahun 2025. Angka ini mencerminkan 78 persen dari total potensi sasaran yang telah ditetapkan oleh KPPG Pekanbaru. Keberhasilan ini menjadi indikator penting dalam upaya peningkatan gizi.
Data KPPG yang membawahi wilayah Kepri, Riau, dan Sumatera Barat merinci potensi sasaran utama program MBG di Kepulauan Riau. Kelompok ini terdiri atas 429.970 siswa, 32.374 balita, 3.107 ibu hamil, serta 6.984 ibu menyusui. Fokus pada kelompok rentan ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Penyaluran manfaat gizi ini dilakukan melalui dapur-dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Hingga akhir tahun lalu, 172 dapur telah aktif beroperasi, memastikan distribusi makanan bergizi dapat terlaksana. Keberlanjutan operasional dapur ini sangat krusial.
Tantangan dan Prioritas Aktivasi Dapur SPPG
Meskipun capaian penerima manfaat MBG cukup tinggi, KPPG Pekanbaru mengakui masih ada tantangan dalam optimalisasi infrastruktur. Dari potensi 305 dapur yang direncanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kepri, sebanyak 133 dapur belum beroperasi. Hal ini menjadi hambatan dalam menjangkau seluruh sasaran.
Kepala KPPG Pekanbaru, Syartiwidya, menekankan bahwa percepatan aktivasi dapur-dapur yang belum beroperasi menjadi prioritas utama pada periode selanjutnya. Langkah ini esensial guna memastikan program Makan Bergizi Gratis dapat diakses lebih luas. Optimalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program secara keseluruhan.
Fokus utama KPPG adalah mengoptimalkan infrastruktur dapur SPPG agar seluruh siswa dan kelompok prioritas dapat merasakan dampak positif program ini secara menyeluruh. Dengan demikian, tidak ada wilayah atau kelompok sasaran yang tertinggal dari manfaat gizi yang diberikan. Upaya ini memerlukan koordinasi yang kuat antarpihak terkait.
Strategi Percepatan dan Perluasan Layanan
Data capaian per 31 Desember 2025 akan menjadi catatan penting dalam penyusunan strategi percepatan program pada tahun ini. Informasi tersebut memberikan gambaran jelas mengenai area yang sudah terlayani dan yang masih membutuhkan perhatian lebih. Ini adalah dasar untuk perencanaan yang lebih baik.
Strategi percepatan akan berfokus pada perluasan jangkauan layanan di wilayah yang belum terlayani secara optimal. KPPG berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kelompok sasaran, mulai dari siswa hingga ibu menyusui, mendapatkan akses penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diharapkan dapat menutup kesenjangan layanan.
Melalui upaya berkelanjutan dalam aktivasi dapur dan perluasan jangkauan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan status gizi masyarakat Kepulauan Riau. Keberhasilan program ini akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber: AntaraNews