Sampah Pencakar Langit Bantargebang
gunung sampah bantargebang
Gunung Sampah Setinggi Gedung 20 Lantai
Sampah Pencakar Langit Bantargebang
Ada 4 Gunung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Tingginya mencapai 50-60 meter.
Bila dikonversi menjadi gedung, ketinggian gunung sampah itu setara dengan bangunan 20 lantai.
"Tidak kurang dari 7.500 ton sampah diangkut oleh 1.200 truk sampah setiap hari dari Jakarta ke Bantar Gebang. Setiap hari buangnya ke Bantar Gebang. Mereka mindahin sampah dari Jakarta ke Bantar Gebang," kata Kadis LH DKI Asep Kuswanto.
Penampungan sampah Bantargebang sudah overload. Demi menghindari longsor, maka dilakukan teknik terasering.
"Jadi langkah itu yang kita terapkan sembari menunggu dibangunnya ITF di Jakarta.," kata Kepala Satuan Pelaksana TPST Bantargebang UPST DKI Jakarta, Handoko Raitno
Solusi Lain
Tahun ini, pabrik pengolah sampah atau refuse-derived fuel (RDF) plant akan dibangun di Bantargebang.
RDF Plant merupakan pabrik untuk mengubah endapan sampah menjadi bahan bakar. Bahan bakar yang dihasilkan setara dengan batu bara muda untuk bahan bakar industri.
TPST tak bebas dari permukiman warga. Bahkan, mereka yang tinggal di tiga kelurahan. Yakni Cikiwul, Sumur Batu, Ciketing Udik) dapat uang kompensasi bau senilai Rp400 ribu per bulan.
Total ada 18.840 KK yang mendapatkan uang kompensasi bau tersebut.
Uang Kompensasi Bau
Ancaman Penyakit Mulai Jantung hingga Kanker
Lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena mereka tinggal atau bekerja di lingkungan yang kotor dan tidak sehat, mengutip health.org.
Keberadaan polutan di lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.
Penyakit Warga Bantargebang
Pemkot Bekasi mengakui warga di sekitar TPST rentan mengalami masalah kesehatan. Misalnya, gangguan pernapasan, kulit hingga diare.
Tim Puskesmas Bantargebang kerap keliling melakukan penyuluhan terhadap warga.