RSCM Jelaskan Penanganan Andrie Yunus yang Alami Trauma Kimia pada Mata
Andrie Yunus mengalami cedera kimia pada matanya akibat terkena siraman air keras. RSCM telah melakukan tindakan medis untuk melindungi fungsi penglihatannya.
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan informasi mengenai kondisi Andrie Yunus, aktivis KontraS, yang baru-baru ini menjadi korban penyiraman air keras. "Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa," ujar Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara dalam keterangan tertulis dikutip dari Health Liputan6.com pada Selasa (17/3).
Andrie Yunus sebelumnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam. Dia mengalami luka bakar akibat zat kimia pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, dan juga mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan. Setibanya di IGD, tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area yang terluka.
Untuk penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar guna mengurangi efek zat kimia dan menormalkan kondisi jaringan. Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkapkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga dalam fase akut. Kondisi ini menyebabkan penurunan tajam pada penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.
"Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," jelas Yoga.
Penanganan Andrie Yunus
Pasien akan dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar, di mana mereka akan mendapatkan pemantauan dan perawatan yang lebih menyeluruh oleh tim medis yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Tim ini mencakup dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tenaga medis yang ahli dalam kegawatdaruratan.
Dalam proses perawatan, terapi yang diberikan mencakup perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan yang bertujuan untuk menjaga tekanan bola mata agar tetap terkontrol. Penanganan medis akan dilaksanakan secara bertahap, mengikuti perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan yang diperlukan untuk memaksimalkan pemulihan fungsi penglihatan.
"RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa," pungkasnya.