Roy Suryo Tersenyum, Rismon Sianipar Bungkam Setelah Pemeriksaan
Ketiganya baru saja diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Ratusan orang memadati tangga Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis (13/11) malam. Mayoritas dari mereka adalah emak-emak dan bapak-bapak yang datang bukan untuk berunjuk rasa, melainkan menanti keluarnya Roy Suryo, dr. Tifauziah Tyassuma, dan Rismon Hasiholan Sianipar dari ruang pemeriksaan.
Ketiganya baru saja diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Jam menunjukkan 20.21 WIB ketika Roy muncul di pintu gedung. Wajah tampak lelah, namun masih berusaha tersenyum. Di belakangnya menyusul Rismon Hasiholan Sianipar. Dokter Tifauziah lebih dulu keluar beberapa menit sebelumnya dan memilih tidak bergabung dengan dua rekannya.
Refly Harun, Pakar Hukum Tata Negara
Di sisi tangga, berdiri Refly Harun, pakar hukum tata negara. Sang pakar hukum tata negara itu berdiri di antara Roy Suryo dan Rismon, tangannya sibuk menenangkan simpatisan yang berebut mendekat.
Beberapa Youtuber dan TikToker mengangkat ponsel mereka tinggi-tinggi, menyiarkan langsung lewat media sosial. Cahaya dari puluhan kamera membuat halaman gedung.
Refly sempat berperan bak juru bicara. Ia menyampaikan sepatah dua patah kata, sebelum seorang wartawan memintanya bergeser ke sisi samping gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Roy menuruti, dikawal anggota provost yang menjaga jarak dari kerumunan. Rismon tetap diam. Saat ditanya wartawan, Rismon menolak berbicara.
"Gak ada statement dulu, ya,” ujarnya singkat, lalu meninggalkan wartawan.
Di halaman utama Gedung Ditreskrimum Polda, Refly akhirnya mengambil alih bicara.
“Alhamdulillah penyidik bersikap baik. Dan kemudian juga Mas Roy, Rismon, dan Dokter Tifa juga kooperatif. Alhamdulillah, paling tidak hari ini mereka tidak ditahan. Padahal kita tahu pasal-pasal yang dikenakan ke mereka ancaman hukumannya sampai 12 tahun," kata Refly.
Refly bersyukur Roy Cs tidak dijebloskan ke ruang tahanan. Itu artinya, dia bisa kembali beraktifitas seperti sediakala.
"Alhamdulillah saya mengatakan, dengan tidak ditahan, Mas Roy akan lebih produktif, akan bisa berpikir, menulis, dan lain sebagainya," ucap dia.
Beristirahat
Refly meminta ketiganya untuk beristirahat, tidak terburu-buru memberi pernyataan.
"Jadi biarkan mereka cooling down. Tidak mengeluarkan press statement apa-apa. Menggunakan hak tenangnya untuk tafakur kembali dalam perjuangan demokrasi dan konstitusi yang sah dan sudah diakui di RI," ucap dia.
Beberapa simpatisan di bawah tangga riuh. Setelah Refly selesai bicara, Roy mengambil alih. Wajahnya lebih rileks, lalu berbicara singkat kepada wartawan.
"Kita insyaallah malam hari ini kita bubar dengan baik. Terima kasih untuk Polda Metro Jaya, terima kasih untuk semuanya yang malam ini sudah membersamai. Terima kasih juga untuk para lawyer yang luar biasa. Para ibu-ibu, emak-emak, dan juga bapak-bapak semua. Terima kasih," ucap Roy diakhiri pekikan Allahuakbar. Allahuakbar.