Respons Kampus ITB Soal Heboh Lirik Lagu 'Erika' Lecehkan Perempuan
Lagu berjudul 'Erika' dinyanyikan Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB menuai kritik pengguna media sosial karena liriknya dianggap melecehkan perempuan.
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya angkat suara soal ramai lagu berjudul 'Erika' yang liriknya dinilai melecehkan perempuan dan dinyanyikan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB.
ITB menyatakan peristiwa itu merupakan momentum untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pencegahan terhadap segala bentuk kekerasan seksual.
Selama ini, ITB sudah melakukan langkah pembinaan melalui kampanye berpenampilan hingga etika mahasiswa dalam berkomunikasi terutama di media sosial. Melalui kampanye itu, ITB mengajak mahasiswanya untuk memahami pencegahan kekerasan seksual secara verbal maupun fisik.
"Mahasiswa didorong untuk menjaga sikap, menghargai sesama, memeriksa fakta sebelum menyampaikan informasi, serta menyampaikan pendapat dan kritik secara konstruktif tanpa menyerang pihak lain," kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, melalui keterangan yang diterima pada Rabu (15/4).
Selain itu, dalam upaya mencegah dan menangani tindak kekerasan seksual, ITB telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). Satgas itu berperan untuk memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus.
Edukasi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga telah jadi bagian dari materi pembinaan mahasiswa baru ITB yang dipadukan dengan informasi pelayanan kesehatan di lingkungan kampus.
"Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan," ucap Nurlaela.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, lagu berjudul 'Erika' yang dinyanyikan oleh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB menuai kritik dari para pengguna media sosial karena liriknya dianggap melecehkan perempuan.
Tak lama usai ramai di media sosial, HMT ITB melalui akun Instagram-nya menyampaikan klarifikasi. HMT ITB menyampaikan permintaan maaf atas beredarnya lagu yang liriknya menuai kontroversi tersebut.
HMT ITB juga menyebut bahwa lagu 'Erika' dibuat pada tahun 1980-an. HMT ITB mengakui lirik dalam lagu itu tak mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh civitas akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Sebagai tindak lanjut, KM ITB telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar melakukan take down konten video dan audio yang dibuat pada tahun 2020 dan kini beredar di media sosial. Evaluasi secara internal juga akan segera dilakukan.