Pemprov Sulsel Gandeng ITB Perkuat Pemanfaatan Data Geospasial untuk Pembangunan Cerdas
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berkolaborasi dengan ITB untuk meningkatkan pemanfaatan data geospasial. Langkah ini bertujuan mendorong perencanaan pembangunan cerdas dan mitigasi bencana di daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Infrastruktur Data Spasial Institut Teknologi Bandung (PIDS-ITB). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pemanfaatan data geospasial dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih cerdas dan adaptif.
Langkah ini diambil mengingat urgensi penggunaan data geospasial yang akurat dan terintegrasi untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan. Tantangan tersebut meliputi risiko banjir, perubahan tutupan lahan, serta berkurangnya daerah resapan air di wilayah Sulawesi Selatan.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin, menjelaskan bahwa pendekatan geospasial sangat krusial. Ini mendukung pemetaan, analisis keterkaitan penggunaan lahan dengan risiko bencana, serta penyusunan strategi mitigasi yang terintegrasi.
Urgensi Geo-AI dalam Pembangunan Daerah
Pemanfaatan Geo-AI atau kecerdasan buatan berbasis geospasial memiliki relevansi tinggi dalam pembangunan daerah. Khususnya pada sektor pertanian, penataan ruang, pengelolaan lingkungan, dan mitigasi bencana.
Selain itu, Geo-AI juga berperan penting dalam pengembangan kota cerdas (smart city) di Sulawesi Selatan. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis bukti untuk kemajuan wilayah.
Irawan Dermayasamin menegaskan bahwa data geospasial yang mutakhir dapat meningkatkan ketepatan penanganan wilayah rawan bencana. Hal ini diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari potensi bencana alam yang kerap terjadi.
Optimalisasi Data Geospasial: Prinsip dan Komponen Kunci
Kepala Pusat Infrastruktur Data Spasial ITB, Dr. Budhy Soeksmantono, menekankan prinsip penting dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Prinsip tersebut adalah “data diambil sekali dan digunakan berkali-kali” sebagai pendekatan efisien dalam pengelolaan data pembangunan.
Saat ini, data geospasial skala 1:5.000 telah tersedia di wilayah Sulawesi. Data ini menjadi fondasi penting dalam berbagai kebijakan pembangunan, memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan.
Optimalisasi data geospasial sangat bergantung pada empat komponen utama yang harus terpenuhi secara sinergis. Tanpa keempat komponen ini, pemanfaatan data geospasial tidak akan berjalan optimal dan maksimal.
- Data
- Platform
- Sumber Daya Manusia
- Regulasi
Data geospasial memiliki peran luas, mulai dari penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) hingga pengelolaan wilayah perkotaan. Sektor pertanian dan pertambangan juga sangat diuntungkan dengan adanya data ini.
Peran Teknologi Geospasial dalam Manajemen Bencana dan Perencanaan Kota
GM of Regional Center SuperMap GIS (Beijing, China), Evelyn Sun, menyoroti manfaat signifikan teknologi geospasial. Terutama yang berbasis big data dan 3D, bagi pemerintah daerah.
Teknologi ini sangat membantu dalam manajemen bencana dan perencanaan kota yang lebih efektif dan responsif. Contoh referensi dari China, Malaysia, dan Jepang menunjukkan keberhasilan implementasinya.
Workshop yang diselenggarakan bersama PIDS-ITB ini dinilai sangat produktif. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai teknologi terbaru untuk manajemen kebencanaan.
Evelyn Sun menambahkan bahwa data geospasial merupakan komponen penting yang mungkin tidak terlihat (invisible layer). Namun, kontribusinya sangat besar dalam pengambilan keputusan strategis.
Sumber: AntaraNews