Respons Jokowi Usai Bekas Relawannya Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK
Jokowi menanggapi santai usai bekas relawannya Immanuel Ebenezer ditangkap KPK.
Jokowi menanggapi santai operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Presiden ke-7 ini memuji langkah yang dilakukan KPK.
"Saya sangat mengapresiasi kerja baik dari KPK," ujar Jokowi saat ditemui di rumahnya, Jalan Kutai Utara No 01, Solo seusai Salat Jumat (22/8).
Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta agar masyarakat menghormati proses hukum yang berlaku.
"Kita semua harus menghormati proses hukum yang ada, gitu aja," ungkapnya.
Saat disinggung terkait status Wamenaker yang merupakan relawan Jokowi, mantan Wali Kota Solo itu tak mengingkarinya.
"Benar," jawabnya singkat.
OTT KPK
Immanuel Ebenezer ditangkap KPK pada Rabu malam dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan pengurus sertifikat K3.
Dalam operasi ini, Noel diamankan bersama 13 orang lainnya di Jakarta.
KPK juga menyita 22 kendaraan bermotor, terdiri dari 15 mobil dan 7 sepeda motor, yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Surat Pemecatan
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan surat pemecatan Immanuel Ebenezer dari jabatan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) belum dikeluarkan.
Pemerintah masih menunggu penjelasan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status hukumnya pria yang akrab disapa Noel usai terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
"Ya belum (diterbitkan). Kan kita masih menunggu penjelasan resmi dari pihak KPK," kata Prasetyo kepada wartawan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan status hukum Noel akan ditentukan dalam konferensi pers pada siang hari ini, Jumat (22/8).
“Yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan. Konstruksi perkara dan kronologi kegiatan tangkap tangan ini akan disampaikan lengkap dalam konferensi pers. Insyaallah siang ini,” ujar Budi.