Relawan Muhammadiyah Beri Layanan Kesehatan Spesialistik di Daerah Terisolasi Aceh Timur
Tim Emergency Medical Team (EMT) Relawan Muhammadiyah menembus medan sulit untuk menyediakan layanan kesehatan spesialistik bagi warga terdampak bencana di wilayah terpencil Aceh Timur, hadirkan harapan di tengah keterbatasan.
Relawan Muhammadiyah melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) memberikan layanan kesehatan spesialistik. Mereka menyasar masyarakat terdampak bencana di daerah terisolasi Kabupaten Aceh Timur. Aksi kemanusiaan ini bertujuan memastikan akses medis bagi warga yang kesulitan.
Pimpinan Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy, menyatakan komitmen mereka. Tim berhasil menembus wilayah paling sulit dijangkau. Ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kemanusiaan.
Kegiatan ini berlangsung di Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja, dan Dusun Sijuk, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Layanan medis ini merupakan bagian dari misi besar MDMC DI Yogyakarta. Mereka melibatkan tenaga profesional dari berbagai rumah sakit Muhammadiyah dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Menembus Medan Ekstrem untuk Akses Medis
Perjalanan menuju lokasi pengungsian di Dusun Sarah Raja membutuhkan perjuangan fisik yang luar biasa. Tim harus melewati medan yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan biasa. Ini menunjukkan dedikasi tinggi para Relawan Muhammadiyah.
Mobilisasi tim dilakukan secara estafet, dimulai dengan kendaraan 4x4 untuk jalan berlumpur. Selanjutnya, motor trail digunakan berkat dukungan komunitas IMTRAX untuk menembus jalur sempit dan licin. Akses darat yang terputus oleh sungai dan genangan air mengharuskan tim menggunakan perahu.
Setelah menyeberang, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian warga. Meskipun berada di lokasi terpencil, MDMC tetap menghadirkan layanan medis yang memadai. Mereka memastikan warga mendapatkan penanganan yang layak.
Layanan Spesialistik dan Kondisi Pasien
MDMC menyediakan pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan dokter umum di lokasi terpencil. Kehadiran tim disambut haru oleh masyarakat yang telah berminggu-minggu mengalami keterbatasan akses kesehatan. Ini menunjukkan betapa krusialnya bantuan layanan kesehatan yang mereka berikan.
Sebanyak 86 pasien telah menerima penanganan medis dalam kegiatan kemanusiaan ini. Keluhan yang dominan adalah penyakit kulit akibat buruknya sanitasi pascabanjir. Infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem juga banyak ditemukan.
Selain pemeriksaan dan penanganan, tim juga memberikan obat-obatan. Edukasi kesehatan penting juga disampaikan kepada para pengungsi di sana. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kondisi kesehatan warga.
“Kondisi di sana cukup memprihatinkan, karena letaknya yang benar-benar terputus,” kata dr M Irfan. Namun, semangat dari 86 pasien yang dilayani membuat rasa lelah tim terbayar lunas. Ini menegaskan pentingnya kehadiran mereka di daerah terpencil.
Peran MDMC dalam Penanggulangan Bencana
MDMC merupakan lembaga penanggulangan bencana Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi ini bergerak dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi pascabencana. Jangkauan operasinya meliputi seluruh wilayah Indonesia.
M Irfan menegaskan komitmen MDMC untuk selalu hadir bagi masyarakat. “Kami hadir untuk memastikan bahwa warga di pelosok, terdalam sekalipun tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya. Ini menunjukkan misi kemanusiaan yang kuat dari MDMC.
Hingga saat ini, respons MDMC Muhammadiyah telah melayani lebih dari 900 warga di berbagai daerah di Aceh Timur. Kegiatan ini masih terus berlanjut dengan sistem rotasi relawan di lapangan. Keberlanjutan misi ini sangat vital bagi pemulihan masyarakat terdampak.
Sumber: AntaraNews