Ramadhan Leadership Pemprov Sulsel Perkuat Integritas Pejabat Menuju Tata Kelola Akuntabel
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Ramadhan Leadership Camp untuk memperkuat integritas dan kapasitas pejabatnya, sebuah inisiatif penting yang bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan bersih.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan menyelenggarakan Ramadhan Leadership Camp yang berpusat di Asrama Haji Sudiang Makassar. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai dari 22 hingga 28 Februari 2026. Program ini bertujuan untuk penguatan kapasitas dan integritas para pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, menjelaskan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Tujuannya adalah agar seluruh pejabat dapat memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh dalam tata kelola pemerintahan. Inisiatif ini diharapkan dapat mencegah kesalahan, terutama yang berulang, yang sebenarnya bisa dihindari.
Gubernur Sulsel menekankan pentingnya penguatan kompetensi pejabat pada empat aspek utama yang krusial. Aspek-aspek tersebut meliputi pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, penguatan kepatuhan, dan pencegahan tindak pidana korupsi. Selain itu, penguatan karakter dan akhlak juga menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan birokrasi yang lebih bersih dan berintegritas.
Fokus Utama Penguatan Kapasitas Pejabat Pemprov Sulsel
Ramadhan Leadership Camp ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan penguatan kompetensi bagi pejabat Pemprov Sulsel. Fokus utamanya adalah pada empat pilar penting yang menopang tata kelola pemerintahan yang baik. Pilar-pilar ini mencakup pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, serta proses pengadaan barang dan jasa yang efisien dan bebas dari praktik korupsi.
Selain itu, program ini juga menekankan penguatan kepatuhan terhadap regulasi dan pencegahan tindak pidana korupsi secara proaktif. Seluruh pejabat diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya integritas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas. Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah penguatan karakter dan akhlak, yang menjadi fondasi bagi perilaku etis dalam menjalankan amanah publik.
Melalui pendekatan komprehensif ini, Pemprov Sulsel berupaya menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas. Program Ramadhan Leadership ini diharapkan mampu membekali para pejabat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk menjalankan tugas mereka sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.
Hadirnya Tokoh Nasional dan Daerah sebagai Pembicara
Selama tujuh hari pelaksanaannya, Ramadhan Leadership Camp akan diisi dengan ceramah umum dan sesi penguatan kebijakan strategis nasional. Panitia mengundang sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara untuk berbagi wawasan dan pengalaman. Di antara para pembicara yang dijadwalkan hadir adalah Mendagri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Tidak hanya itu, pimpinan lembaga negara penting lainnya juga akan turut serta memberikan materi. Mereka termasuk Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, serta perwakilan dari Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat kapasitas pejabat daerah.
Untuk konteks lokal, kegiatan ini juga akan menghadirkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Didik Farkhan Alisyahd. Peserta juga akan mendapatkan materi dari perwakilan BPK RI Sulsel, akademisi, serta praktisi hukum dari berbagai perguruan tinggi.
Membangun Karakter dan Akuntabilitas di Bulan Suci
Pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp di bulan suci Ramadhan memiliki makna strategis tersendiri. Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk introspeksi dan penguatan spiritual bagi para pejabat. Hal ini sejalan dengan upaya membangun karakter dan akhlak yang mulia, yang menjadi dasar integritas dalam setiap aspek pekerjaan.
Program ini secara khusus dirancang untuk memastikan bahwa setiap pejabat memahami secara mendalam peran dan tanggung jawabnya. Dengan pemahaman yang utuh, diharapkan mereka dapat menghindari kesalahan yang merugikan. Lebih jauh lagi, kegiatan ini merupakan langkah proaktif Pemprov Sulsel dalam mencegah potensi tindak pidana korupsi.
Melalui kombinasi penguatan kompetensi teknis dan karakter, Pemprov Sulsel bertekad mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Inisiatif Ramadhan Leadership ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sulsel dalam menciptakan birokrasi yang melayani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme tinggi.
Sumber: AntaraNews