Ramadhan Leadership Camp ASN Sulsel Perkuat Karakter dan Integritas Aparatur Sipil Negara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Ramadhan Leadership Camp ASN Sulsel yang bertujuan memperkuat karakter, integritas, dan kompetensi Aparatur Sipil Negara melalui pembinaan spiritual dan materi kepemimpinan strategis.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan Ramadhan Leadership Camp. Kegiatan ini dirancang khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulsel. Berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, acara ini diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja birokrasi.
Ramadhan Leadership Camp ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai tanggal 22 hingga 28 Februari 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan karakter dan akhlak kepemimpinan ASN. Inisiatif ini merupakan terobosan baru dalam pembinaan ASN di Pemprov Sulsel.
Total 938 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut serta dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari 758 pejabat struktural, 100 kepala sekolah, dan 16 direksi BUMD. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan cakupan luas dari program pembinaan yang dilaksanakan.
Fokus Pembinaan dan Materi Unggulan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, Muhammad Jufri, menjelaskan bahwa kajian dalam Ramadhan Leadership Camp ini mencakup empat pilar penting. Pilar-pilar tersebut adalah pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, pengawasan, serta penguatan karakter dan akhlak kepemimpinan.
Program ini tidak hanya mengasah kompetensi teknis birokrasi, tetapi juga memperkuat integritas dan spiritualitas kepemimpinan ASN. Materi yang disiapkan sangat kaya dan relevan untuk penguatan kepemimpinan. Selain itu, peserta juga dibekali wawasan kebangsaan, arahan prioritas pembangunan daerah, serta pembinaan spiritual dan mental.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulsel, Iqbal Suhaeb, menilai kegiatan ini sebagai terobosan baru. Ia menyebut, "Ini pertama kalinya kegiatan seperti ini dilaksanakan di Pemprov Sulsel. Di bulan Ramadan, selain pendalaman kajian keagamaan, peserta juga mendapatkan penguatan materi mendasar seperti keuangan, pengadaan, dan pengelolaan aset."
Antusiasme Peserta dan Dampak Positif
Antusiasme yang tinggi terlihat dari para peserta Ramadhan Leadership Camp. Kasubag Umum Kepegawaian BPSDM Sulsel, Syamrina Maulana Aris, menyampaikan harapannya, "Harapannya, kami bisa menjadi pemimpin yang lebih baik, bertakwa, bermanfaat bagi banyak orang, dan mampu menjadi teladan."
Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Akhirudin, berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi kompetensi birokrasi dan pembinaan spiritual ASN. Ia bahkan mengungkapkan target pribadinya, "Jujur saat ini saya baru menghafal 20 surat-surat pendek, dengan fokus untuk hafal juz 30."
Dari sektor pendidikan, Kepala SMKN 9 Makassar, Sigit Hendra Waskita, menilai materi yang disajikan sangat aplikatif. Menurutnya, "Mulai dari tata kelola keuangan, manajerial kepemimpinan, hingga penguatan akhlak sebagai dasar memimpin satuan pendidikan." Hal ini menunjukkan relevansi materi dengan tantangan kepemimpinan di berbagai bidang.
Pengamanan dan Disiplin Kegiatan
Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban selama Ramadhan Leadership Camp, Pemprov Sulsel menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sekitar 45 personel Satpol PP dikerahkan untuk tugas ini.
Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis, menjelaskan peran pasukannya. Ia mengatakan, "Tugas kami memastikan berjalan kegiatan dengan lancar. Peserta tidak meninggalkan lokasi selama kegiatan berlangsung, serta menjaga kedisiplinan, termasuk memastikan waktu istirahat benar-benar dimanfaatkan dengan baik." Pengawasan ketat ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh peserta.
Sumber: AntaraNews