Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara tegas menyatakan bahwa program pemenuhan gizi harus dikelola tanpa praktik korupsi. Penekanan ini disampaikan dalam sebuah sosialisasi penting yang bertujuan untuk memperkuat integritas. Tujuannya adalah untuk menjamin manfaat gizi dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan pada acara Sosialisasi Anti Korupsi dan Bimbingan Teknis Akuntabilitas Keuangan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional di Makassar pada hari Sabtu. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.
Gubernur berharap program gizi, khususnya yang terkait dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dapat dikelola secara profesional. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel sangat krusial. Hal ini demi memastikan setiap bantuan gizi sampai kepada yang berhak, terutama anak-anak sekolah di wilayah Sulawesi Selatan.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman secara tegas menyatakan bahwa integritas adalah fondasi utama. Integritas harus menjadi landasan dalam setiap program Pemenuhan Gizi Bebas Korupsi di Sulawesi Selatan. Pengelolaan yang profesional dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan.
Beliau menekankan bahwa setiap program harus dikelola secara profesional. Hal ini untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. "Setiap program harus dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan bebas dari praktik koruptif demi menjamin manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pada anak sekolah," ujarnya.
Sosialisasi anti korupsi dan bimbingan teknis akuntabilitas keuangan menjadi langkah konkret. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola program gizi yang transparan. Akuntabilitas keuangan sangat penting untuk mencegah penyimpangan dan memastikan efektivitas program.
Advertisement
Advertisement
Selain integritas, Gubernur Sulsel juga menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara berbagai pihak. Kerjasama antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengelolaan program gizi di seluruh wilayah.
Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. SDM yang terlatih dan kompeten akan memastikan program gizi berjalan efektif. Mereka mampu mengimplementasikan program dengan baik di lapangan, sesuai standar yang ditetapkan.
Andi Sudirman Sulaiman menegaskan dampak positif dari penguatan sistem dan SDM. "Dengan penerapan sistem yang lebih kuat dan SDM yang lebih kompeten, pemenuhan gizi dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata, terutama bagi anak sekolah dan masyarakat kita," cetus Andi Sudirman. Upaya ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam kualitas gizi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews