Puan Angkat Isu Gender dan Ketangguhan Global dalam Konferensi Internasional di Kampus CSU Sacramento AS
Puan menyoroti pentingnya kesetaraan gender dan peran perempuan dalam membangun ketahanan global, yang berperan aktif dalam berbagai bidang.
Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi keynote speaker dalam konferensi internasional bertajuk 'Role of Women in Strengthening Global Resilience and Advancing Diplomacy' di California State University (CSU), Sacramento, Amerika Serikat. Dalam konferensi itu, Puan berbicara soal isu kesetaraan gender hingga pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi krisis dunia.
Acara tersebut digelar mahasiswa CSU dari lintas bidang studi dengan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dihadiri Presiden CSU Sacramento Dr. Luke Wood serta mahasiswa lintas jurusan, pada Selasa (10/6/2025) waktu setempat.
Mengawali pidatonya, Puan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat untuk delegasi Indonesia. "Atas nama delegasi Indonesia, perkenankan saya untuk menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sacramento State University atas keramahannya menjadi tuan rumah acara ini," kata Puan.
Puan menyoroti pentingnya kesetaraan gender dan peran perempuan dalam membangun ketahanan global, yang berperan aktif dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, lingkungan, olahraga, hingga ilmu pengetahuan dan riset.
"Hampir setengah dari 280 juta penduduk Indonesia adalah perempuan. Banyak perempuan yang telah berkontribusi terhadap kemajuan signifikan bagi Indonesia," ujar Puan.
Ia menjelaskan, keterlibatan perempuan dalam politik Indonesia terbuka luas, termasuk keberadaan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang menyatakan partai politik harus memiliki minimal 30% keterwakilan perempuan di parlemen. "Selama periode 2019–2024, proporsi perempuan di parlemen berhasil mengalami peningkatan dari 17,3% menjadi 21,39%," ungkap Puan.
Ia juga menyinggung keberhasilan perempuan Indonesia di posisi strategis, seperti Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan dirinya sendiri sebagai Ketua DPR perempuan pertama dalam sejarah RI.
Selain itu, Puan juga menyinggung soal krisis global seperti perubahan iklim, konflik perang, dan penurunan ekonomi, ia pun menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara.
"Tantangan-tantangan ini mengharuskan kita untuk memiliki ketangguhan. Yaitu bagaimana kita mampu pulih dari keterpurukan, bagaimana kita dapat beradaptasi, dan bagaimana kita dapat menjadi lebih kuat dalam membangun resiliensi di berbagai tingkatan," jelasnya.
"Setiap Negara membutuhkan kerja bersama antar negara untuk dapat membangun tatanan dunia yang lebih baik; tatanan yang memiliki nilai kemanusiaan; hubungan antarmanusia dan hubungan antarbangsa yang mengutamakan kemajuan bersama dan terbebas dari eksploitasi, dominasi, maupun penjajahan baru," lanjut cucu Bung Karno itu.
Puan menyebut peran perempuan dapat memberi sudut pandang berbeda dalam diplomasi global. "Partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan akan menghasilkan upaya pemulihan dan pembangunan tata dunia yang lebih baik, yang membebaskan tata dunia dari ketidakadilan struktural, diskriminasi gender, stereotip, kesenjangan kelompok masyarakat, dan eksploitasi," terangnya.
Sementara itu, CSU President Luke Wood menyambut hangat kehadiran Puan dan menyebut kunjungan ini sebagai momen penting membangun jembatan antar kebudayaan dan kemanusiaan.
"Rekam jejak Ibu Ketua DPR sebagai perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR menunjukkan semangat demokrasi yang kuat dan membuat CSU Sacramento merasa kagum," kata Luke Wood.
Selain Puan, sejumlah tokoh juga menjadi pembicara dalam konferensi ini yaitu Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Dr. George Iwan Marantika dari APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasti Indonesia), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid yang merupakan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, dan Dr. Inge Gunawan, Dosen di beberapa Perguruan Tinggi dan Penggerak Pendidikan dan Entrepreneurship di daerah 3T.