PSIM Menang Dramatis di BRI Super League, Van Gastel Soroti Efisiensi Tim
PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penting di BRI Super League setelah mengalahkan PSBS Biak 4-2, namun pelatih Jean-Paul van Gastel masih memberikan catatan evaluasi terkait efisiensi tim.
PSIM Yogyakarta berhasil kembali ke jalur kemenangan setelah menundukkan tuan rumah PSBS Biak dengan skor 4-2 dalam laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat lalu, mengakhiri rentetan lima laga tanpa kemenangan bagi Laskar Mataram.
Kemenangan ini menjadi krusial bagi PSIM untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara liga, meskipun pelatih kepala Jean-Paul van Gastel masih menyoroti beberapa aspek permainan timnya. Ia merasa tim harus bermain lebih baik agar bisa memenangkan pertandingan dengan lebih mudah dan tidak menguras energi yang tidak perlu.
Laga tersebut diwarnai gol-gol dari Franco Ramos Mingo dan Ze Valente untuk PSIM, sementara Eduardo Barbosa dan Ruyery Blanco mencetak gol balasan bagi PSBS Biak. Hasil ini memberikan tambahan tiga poin berharga bagi PSIM dalam persaingan di papan tengah BRI Super League.
Jalannya Pertandingan Penuh Drama
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan PSBS Biak berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. PSIM berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Franco Ramos Mingo, memanfaatkan umpan akurat dari Ezequiel Vidal. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Eduardo Barbosa menyamakan kedudukan untuk PSBS Biak di menit ke-36.
Pelatih Van Gastel mengakui bahwa penguasaan bola timnya kurang optimal di babak pertama, yang kemudian menjadi fokus evaluasi saat jeda. Perubahan strategi dan motivasi di ruang ganti terbukti efektif, membuat PSIM tampil lebih dominan di babak kedua dengan penguasaan bola yang lebih baik.
Peningkatan performa di babak kedua langsung membuahkan hasil. PSIM mencetak dua gol cepat dalam kurun waktu lima menit, dimulai dengan gol kedua Ramos Mingo pada menit ke-64, diikuti oleh gol Ze Valente di menit ke-69. Keunggulan 3-1 ini sempat membuat PSIM sedikit lengah, memungkinkan Ruyery Blanco memperkecil ketertinggalan PSBS Biak pada menit ke-82.
Meskipun skor sempat menipis menjadi 3-2, PSIM berhasil mengunci kemenangan melalui gol kedua Ze Valente di menit ke-89. Gol tersebut memastikan Laskar Mataram membawa pulang tiga poin penuh dari kandang lawan, mengakhiri paceklik kemenangan mereka.
Evaluasi Pelatih dan Tantangan Jadwal Padat
Usai pertandingan, Jean-Paul van Gastel menekankan pentingnya efisiensi dalam bermain. Ia menyatakan bahwa timnya menghabiskan terlalu banyak energi untuk memenangkan laga yang seharusnya bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Pelatih asal Belanda itu juga mengapresiasi peningkatan penguasaan bola di babak kedua setelah evaluasi yang dilakukan.
Tambahan tiga poin dari kemenangan ini mengantarkan PSIM Yogyakarta kembali ke peringkat keenam klasemen sementara BRI Super League dengan total 36 poin. Mereka kini hanya terpaut dua poin dari Persebaya Surabaya yang berada di posisi kelima, serta unggul satu poin dari Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
PSIM akan menghadapi jadwal padat di pertandingan berikutnya, termasuk laga tandang melawan Semen Padang pada Rabu (4/3) pukul 21.00 WIB. Setelah itu, mereka akan menutup pertandingan di bulan Ramadhan dengan menjamu Persija Jepara sepekan kemudian. Van Gastel menyoroti jadwal liga yang tidak konsisten, dengan variasi jarak antar pertandingan yang menyulitkan persiapan tim.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap para pemain yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ia mengakui sulit bagi atlet untuk tampil maksimal dengan intensitas tinggi saat harus berpuasa, meskipun ia sendiri tidak menjalankan ibadah tersebut.
Sumber: AntaraNews