PSIM Yogyakarta berhasil menahan imbang PSM Makassar dengan skor kacamata 0-0 dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, pada Sabtu lalu.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyatakan bahwa hasil PSIM PSM imbang ini merupakan pencapaian yang pantas bagi kedua tim. Menurutnya, jalannya pertandingan menunjukkan perjuangan keras dari masing-masing kubu untuk meraih poin penuh.
Meskipun kedua tim memiliki peluang untuk mencetak gol, performa gemilang para penjaga gawang menjadi kunci utama. Van Gastel menggarisbawahi bahwa hasil seri ini adalah cerminan dari dinamika pertandingan yang ketat dan penuh perlawanan.
Advertisement
Advertisement
Salah satu kendala terbesar yang dihadapi PSIM Yogyakarta dalam laga tandang melawan PSM Makassar adalah faktor perjalanan. Tim berjuluk Laskar Mataram ini harus menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta menuju Parepare.
Perjalanan ini semakin berat karena mereka baru saja bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada pekan sebelumnya melawan Bali United. Jeda waktu yang singkat dan jarak tempuh yang jauh menjadi ujian fisik bagi para pemain.
Van Gastel, pelatih asal Belanda yang merupakan mantan asisten Giovanni van Bronckhorst, mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi timnya. “Saya bangga dengan tim saya. Karena setelah pertandingan, kita harus bepergian ke pertandingan berikutnya, tanpa istirahat. Itu perjalanan yang berat, tetapi tim saya tetap bisa tampil dan berjuang,” ujarnya.
Advertisement
Meskipun menghadapi kelelahan akibat perjalanan, PSIM tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada PSM Makassar, yang dikenal sebagai tim kuat di kandangnya, sehingga hasil PSIM PSM imbang ini patut diapresiasi.
Advertisement
Pertandingan antara PSIM dan PSM Makassar diwarnai aksi penyelamatan gemilang dari kedua penjaga gawang. Kiper PSIM, Cahya Supriadi, dan kiper PSM, Hilmansyah, tampil luar biasa sepanjang 90 menit.
Keduanya berulang kali menggagalkan peluang-peluang berbahaya yang diciptakan oleh lawan. Aksi heroik mereka memastikan gawang masing-masing tetap steril dari kebobolan, sehingga skor PSIM PSM imbang 0-0 bertahan hingga peluit akhir.
Jean-Paul van Gastel secara khusus memuji penampilan kedua kiper. “Saya pikir mungkin kedua kiper adalah pemain terbaik pertandingan. Mereka memastikan kedua tim mendapatkan satu poin, jadi saya harus menerimanya,” kata Van Gastel.
Advertisement
Kontribusi signifikan dari Cahya Supriadi dan Hilmansyah membuktikan bahwa pertahanan yang solid dan penjaga gawang yang tangguh adalah kunci penting dalam meraih hasil positif, terutama dalam laga tandang yang sulit seperti laga PSIM PSM imbang ini.
Advertisement
Dengan hasil imbang ini, PSIM Yogyakarta berhasil menjaga rekor tak terkalahkan mereka di BRI Super League musim ini. Laskar Mataram kini mengoleksi tiga kemenangan dan satu hasil seri dari empat pertandingan yang telah dijalani.
Pencapaian ini menempatkan PSIM di posisi kedua klasemen sementara dengan total 12 poin. Mereka hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC, yang memiliki 15 poin.
Setelah menghadapi PSM Makassar, PSIM akan kembali melakoni laga tandang ketiga beruntun. Mereka dijadwalkan akan bertandang ke markas Persita Tangerang pada tanggal 17 Oktober mendatang, sebuah jadwal yang menuntut konsistensi dan stamina prima.
Advertisement
Van Gastel menekankan filosofi timnya, “Salah satu prinsip saya adalah jika kita bisa menang, kita tidak kalah, jadi saya pikir tim saya mendapatkan sebagian dari skor ini.” Prinsip ini akan menjadi modal penting bagi PSIM untuk terus berjuang di sisa kompetisi dan mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka.
Sumber: AntaraNews