PSBS Biak Akui Kendala Fisik Jadi Biang Kekalahan Telak dari Persebaya di BRI Super League
Pelatih sementara PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, mengakui kendala fisik menjadi faktor utama kekalahan timnya dari Persebaya Surabaya, membuat mereka makin terpuruk di dasar klasemen BRI Super League.
PSBS Biak harus menelan pil pahit setelah dibekuk Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0 dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Sabtu petang.
Pelatih sementara PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, secara terbuka mengakui bahwa faktor fisik menjadi kendala utama bagi timnya. Kondisi fisik yang kurang optimal ini berdampak signifikan pada transisi negatif permainan Badai Pasifik.
Kekalahan ini semakin memberatkan posisi PSBS Biak di klasemen sementara, membuat mereka terpuruk di dasar dengan 18 poin. Sementara itu, Persebaya Surabaya berhasil mengoleksi 51 poin, berpeluang besar mempertahankan posisi empat teratas.
Analisis Kekalahan dan Semangat Juang PSBS Biak
Kahudi Wahyu Widodo, pelatih sementara PSBS Biak, tidak menampik adanya masalah taktikal, terutama dalam transisi negatif, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pemain. "Secara taktikal kami bermasalah di transisi negatif dan itu salah satunya dipengaruhi faktor fisik. Kualitas fisik pemain Persebaya memang terlihat berada di atas kami," kata Kahudi usai pertandingan di Surabaya.
Meskipun menghadapi kondisi yang sulit dan harus mengakui keunggulan fisik lawan, Kahudi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Menurutnya, semangat juang tinggi ditunjukkan oleh skuad Badai Pasifik sepanjang laga.
Para pemain PSBS Biak dinilai tetap tampil disiplin dan berupaya keras mempertahankan gawang mereka hingga peluit panjang dibunyikan. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Semua tahu kondisi kami seperti apa, tapi sampai terakhir mereka tetap berjuang," ucap Kahudi.
Strategi Babak Kedua dan Keterbatasan Fisik
Dalam upaya mengubah jalannya pertandingan, Kahudi mengungkapkan bahwa timnya sempat melakukan perubahan strategi pada babak kedua. Penyesuaian ini meliputi skema tiga bek serta instruksi khusus kepada pemain sayap untuk memberikan tekanan lebih intensif terhadap pemain bertahan lawan.
Namun, perubahan taktik tersebut dinilai belum mampu berjalan optimal sesuai harapan. Keterbatasan kondisi fisik para pemain kembali menjadi penghalang utama dalam implementasi strategi baru ini.
"Strategi itu sebetulnya cukup efektif, tetapi sekali lagi faktornya adalah faktor fisik," tegas Kahudi, menyoroti bahwa kendala fisik PSBS Biak menjadi faktor krusial yang tidak dapat dihindari.
Apresiasi untuk Persebaya dan Implikasi Klasemen
Kahudi Wahyu Widodo juga tidak ragu memberikan selamat kepada Persebaya Surabaya atas kemenangan yang diraih. Ia memuji kesabaran Persebaya dalam membangun serangan dan efektivitas mereka dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kombinasi permainan yang diperagakan oleh skuad berjuluk Bajol Ijo disebut Kahudi sebagai salah satu faktor utama yang membuat PSBS Biak kesulitan mengimbangi jalannya pertandingan. "Selamat untuk Persebaya. Mereka bermain cukup sabar kemudian melakukan kombinasi yang luar biasa sehingga bisa membobol gawang kami empat gol," ujarnya.
Senada dengan pelatih, penjaga gawang PSBS Biak, Dimas Galih Pratama, menegaskan bahwa seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan. "Kami sebagai pemain mewakili teman-teman sudah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya memang seperti itu, tapi kami sudah memberikan yang terbaik," kata Dimas.
Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya kini mengoleksi 51 poin dan berpeluang menduduki peringkat empat klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Sementara itu, PSBS Biak tetap tertahan di dasar klasemen dengan 18 poin, membuat perjuangan mereka untuk keluar dari zona degradasi semakin berat.
Sumber: AntaraNews