PSIM Imbang Persik 2-2, Van Gastel Sebut Hasil Maksimal Usai Tertinggal Dua Kali
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai hasil imbang 2-2 melawan Persik Kediri adalah pencapaian maksimal bagi timnya. PSIM Imbang Persik setelah berjuang keras mengejar ketertinggalan dua kali dalam laga ketat.
PSIM Yogyakarta berhasil meraih hasil imbang 2-2 saat menghadapi Persik Kediri dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Laga ini digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (13/2).
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyatakan bahwa hasil seri tersebut merupakan pencapaian maksimal bagi timnya. Mereka harus berjuang keras untuk menyamakan kedudukan setelah sempat tertinggal dua kali dari lawan.
Pertandingan berjalan sangat taktis, dengan kedua tim menampilkan strategi yang matang sepanjang jalannya laga. Van Gastel mengakui timnya sempat kesulitan di awal pertandingan.
Perjuangan PSIM Mengejar Ketertinggalan
“Kami tidak berada dalam posisi yang baik, jadi saat kehilangan bola kami tidak sebaik biasanya,” kata Van Gastel dalam konferensi pers pascapertandingan. Ia menjelaskan bahwa timnya menghadapi tantangan ketika menguasai bola.
Pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa Persik Kediri bermain sangat baik di babak pertama, sehingga menyulitkan PSIM. “Kediri bermain sangat baik di babak pertama dan kami sedikit kesulitan mencegah rotasi yang mereka lakukan,” tambahnya.
Meskipun demikian, Van Gastel memuji respons positif dari para pemainnya. Tim PSIM Imbang Persik berkat semangat juang yang tinggi untuk bangkit setiap kali tertinggal. “Dua kali kami tertinggal dan tim saya bisa bangkit, jadi itu hal positif,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Van Gastel merasa hasil imbang 2-2 ini adalah adil bagi kedua tim. Pertandingan berlangsung ketat hingga peluit akhir dibunyikan. “Secara keseluruhan, bagi kami satu poin adalah hasil maksimal,” tegasnya.
Adaptasi dan Perkembangan Liga Indonesia
Pemain PSIM, Jop van der Avert, juga mengamini bahwa timnya sudah melakukan hal yang tepat secara taktis. Namun, ia mengakui adanya kesulitan di awal pertandingan dalam membuat pilihan yang tepat saat menguasai bola.
Menurut Jop, poin positif utama dari pertandingan ini adalah mentalitas tim yang tidak menyerah. PSIM Imbang Persik berkat kemampuan tim untuk bangkit dua kali demi menyamakan kedudukan.
Pemain berkebangsaan Belanda ini menjalani debutnya bersama PSIM dalam laga tersebut. Ia mengungkapkan masih perlu beradaptasi dengan karakter sepak bola Indonesia yang berbeda.
“Ini pertandingan pertama, jadi saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia,” ujar Jop. Meskipun sebelumnya sudah banyak menonton pertandingan karena teman-temannya bermain di Liga Indonesia, pengalaman langsung tetap krusial.
Jop van der Avert juga menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan kompetisi sepak bola di Indonesia. “Saya pikir liganya berkembang, itu hal yang sangat bagus, dan saya senang berada di sini,” tuturnya. Hal ini menjadi salah satu alasan utamanya bergabung dengan PSIM.
Sumber: AntaraNews