Pelatih PSIM Van Gastel Anggap Derbi Mataram Sama dengan Laga Lain, Siap Curi Poin di Kandang Persis Solo
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan Derbi Mataram melawan Persis Solo bukan laga istimewa. Meski begitu, PSIM tetap mengincar tiga poin penuh di Stadion Manahan.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa timnya tidak melakukan persiapan khusus menjelang laga Derbi Mataram. Pertandingan sengit ini akan mempertemukan PSIM dengan Persis Solo dalam pekan ke-12 BRI Super League, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu pukul 19.00 WIB.
Pernyataan Van Gastel ini menunjukkan pendekatan konsisten timnya terhadap setiap pertandingan. Ia menekankan bahwa setiap laga memiliki bobot yang sama dan persiapan yang dilakukan selalu standar. Derbi Mataram sendiri merupakan salah satu laga yang paling dinantikan oleh para penggemar sepak bola di Jawa Tengah.
Pertemuan terakhir kedua tim dalam Derbi Mataram tercatat empat tahun lalu, tepatnya pada tahun 2021 di kasta kedua sepak bola Indonesia. Saat itu, PSIM berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Persis. Kini, kedua tim kembali bersua dengan kondisi dan ambisi yang berbeda di kompetisi teratas.
Strategi PSIM Hadapi Derbi Mataram
Jean-Paul van Gastel menegaskan bahwa filosofi persiapan timnya tidak berubah, "Kami selalu menyiapkan diri untuk setiap laga dengan cara yang sama. Jadi, pertandingan kali ini tidak berbeda dengan pertandingan sebelumnya," kata Van Gastel pada jumpa pers, dikutip dari Instagram resmi PSIM.
PSIM datang ke laga ini dengan modal positif, yakni dua kemenangan beruntun setelah menaklukkan Dewa United Banten dan Persik Kediri di kandang. Tren positif ini memberikan kepercayaan diri bagi Laskar Mataram untuk menghadapi Derbi Mataram yang penuh gengsi.
Meskipun Persis Solo sedang dalam performa yang kurang baik, Van Gastel tetap meminta anak asuhnya untuk tidak meremehkan lawan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kerja sama tim. "Ketika lawan memiliki kekuatan fisik yang baik dan bermain cepat, kami harus tampil kompak di setiap lini. Kerja sama menjadi hal penting bagi tim kami," tambah pelatih asal Belanda itu.
Kontras Performa PSIM dan Persis Solo
Berbanding terbalik dengan PSIM, Persis Solo justru sedang berada dalam tren negatif. Mereka belum pernah meraih kemenangan dalam sembilan laga terakhirnya, dengan tujuh di antaranya berakhir kekalahan. Satu-satunya kemenangan Laskar Sambernyawa musim ini terjadi pada pekan pembuka, saat mereka mempermalukan Madura United dengan skor 2-1.
Meski demikian, Derbi Mataram selalu menyajikan kejutan dan semangat juang yang tinggi dari kedua belah pihak. Sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa laga ini selalu berlangsung ketat dan sulit diprediksi. Faktor gengsi dan rivalitas abadi seringkali mengesampingkan perbedaan performa di atas kertas.
Pemain PSIM asal Tajikistan, Rakhmatsho Rakhmatzoda, juga menyuarakan optimisme timnya. Ia menyatakan bahwa persiapan tim berjalan sangat baik dan mereka siap menghadapi tantangan ini. "Persiapan tim berjalan sangat baik. Kami siap menghadapi derbi besar ini dan berusaha untuk membawa pulang poin," ucap Rakhmatzoda, menegaskan ambisi PSIM untuk meraih kemenangan di kandang lawan.
Posisi Klasemen dan Rekor Tandang PSIM
PSIM Yogyakarta saat ini menduduki posisi ketujuh dalam klasemen sementara dengan raihan 18 poin dari 10 laga yang telah dimainkan. Mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan dua tim di atasnya, yaitu Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Pertita Tangerang, yang unggul dalam hal selisih gol.
Salah satu kekuatan PSIM musim ini adalah rekor tandang mereka yang impresif. Tim ini dikenal sebagai tim terbaik keempat dalam rekor pertandingan tandang, setelah berhasil meraih tiga kemenangan dari lima laga tandang yang sudah dijalani. Ini menjadi modal berharga saat melakoni Derbi Mataram di markas Persis Solo.
Sementara itu, performa buruk Persis Solo membuat mereka masih terperosok di zona degradasi. Laskar Sambernyawa berada di peringkat 17 dengan hanya mengumpulkan lima poin. Mereka hanya unggul satu poin dari tim juru kunci, Semen Padang, yang menunjukkan betapa krusialnya setiap poin bagi Persis dalam upaya mereka keluar dari zona merah.
Sumber: AntaraNews