Pelatih Persik Akui Tampil Buruk Usai Persik Kalah Telak dari Persebaya
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengakui timnya tampil sangat buruk usai Persik kalah telak lima gol tanpa balas dari Persebaya di laga terakhir Super League. Hasil ini membuat Persik Kalah Persebaya menjadi sorotan utama.
Surabaya – Persik Kediri harus menelan pil pahit di laga terakhir Super League musim ini setelah dikalahkan telak lima gol tanpa balas oleh Persebaya Surabaya. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu sore ini menjadi penutup musim yang mengecewakan bagi tim berjuluk Macan Putih.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, tidak menutupi kekecewaannya dan secara terang-terangan menilai penampilan timnya sangat buruk. Ia bahkan menyebut bahwa performa tersebut tidak layak diterima oleh para suporter setia Persik Kediri yang telah mendukung mereka sepanjang musim.
Kekalahan ini menjadi sorotan utama, mengingat Persik Kediri gagal menunjukkan performa terbaiknya di hadapan publik. Hasil akhir 0-5 ini juga menjadi cerminan dari berbagai masalah yang dihadapi tim, baik dari segi individu pemain maupun kerja sama kolektif di lapangan.
Evaluasi Menyeluruh Usai Persik Kalah Persebaya
Marcos Reina Torres tidak ragu mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar, baik secara individu maupun kolektif. "Secara individu maupun kolektif, permainan kami sangat buruk," ujar Marcos dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion GBT Surabaya pada Sabtu malam. Ia menambahkan bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakukan timnya saat ini adalah meminta maaf kepada pendukung Persik atas hasil yang mengecewakan ini.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa timnya tidak mampu bersaing dalam pertandingan tersebut. "Hari ini kami buruk dalam segala hal. Kami kalah duel dan tidak bermain dengan cara kami sendiri, jadi mustahil untuk menang," ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa frustrasinya Marcos terhadap performa anak asuhnya yang jauh dari harapan.
Marcos Reina Torres memastikan bahwa Persik Kediri akan bekerja keras selama jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya adalah agar tim dapat tampil lebih baik dan kompetitif pada musim depan. Fokus utama evaluasi adalah pada pertandingan terakhir musim ini yang dinilainya sangat mengecewakan.
Meski enggan berbicara banyak tentang rencana spesifik musim depan, Marcos menekankan pentingnya menemukan kembali identitas permainan tim. "Ketika kami bermain dengan cara kami sendiri saat menyerang maupun bertahan, kami adalah tim yang kompetitif. Namun hari ini kami tidak bermain dengan cara kami," tuturnya, mengindikasikan bahwa Persik harus kembali ke filosofi permainan mereka.
Pengakuan Pemain dan Posisi Akhir Klasemen
Pengakuan atas kekalahan telak juga datang dari salah satu pemain Persik Kediri, Faris Aditama. Ia mengakui bahwa Persebaya memang tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut, meskipun seluruh pemain Persik telah berusaha maksimal. "Persebaya memang lebih baik hari ini, tetapi anak-anak sudah bekerja keras," kata Faris.
Faris Aditama juga menyampaikan harapannya agar Persik Kediri dapat menunjukkan peningkatan performa di musim mendatang. "Semoga tahun depan Persik Kediri bisa lebih baik lagi," tambahnya, mencerminkan semangat juang tim untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Dengan kekalahan ini, Persik Kediri mengakhiri Super League musim 2025/2026 di peringkat ke-12 klasemen akhir. Tim Macan Putih berhasil mengumpulkan total 39 poin sepanjang musim. Mereka mencatatkan 42 gol, namun harus kebobolan sebanyak 61 kali, menunjukkan celah yang perlu diperbaiki di lini pertahanan.
Posisi ini tentu menjadi catatan penting bagi manajemen dan tim pelatih untuk melakukan perbaikan signifikan. Target untuk musim depan akan menjadi tantangan besar bagi Persik Kediri agar dapat kembali bersaing di papan atas Super League.
Sumber: AntaraNews