Gerakan IHCBS Jangkau 300 Ribu SDM Indonesia, Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih dari 300 ribu individu dari berbagai sektor disebut telah dijangkau melalui beragam program kolaboratif yang digagas dalam gerakan tersebut.
Gerakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dibangun melalui ekosistem Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) terus menunjukkan dampak luas. Hingga 2026, lebih dari 300 ribu individu dari berbagai sektor disebut telah dijangkau melalui beragam program kolaboratif yang digagas dalam gerakan tersebut.
Komitmen memperkuat pengembangan talenta nasional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan “Run to IHCBS”, sebuah kegiatan pra-acara menuju IHCBS 2026 yang berlangsung di Greenbelt PIK 2, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga ruang memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan human capital Indonesia.
50 Peserta
Lebih dari 50 peserta dari berbagai asosiasi, komunitas, institusi, dan organisasi hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai pihak dinilai mencerminkan semakin kuatnya dukungan terhadap upaya membangun SDM Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Dalam agenda tersebut, penyelenggara juga menghadirkan sesi diskusi bertajuk “Beyond IHCBS: From Talk to Action”. Forum itu membahas transformasi IHCBS yang kini tidak lagi sekadar forum diskusi tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional yang berjalan sepanjang tahun.
Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh penggerak IHCBS, di antaranya Corporate Communications Director Kompas Gramedia Group Glory Oyong, Chairman Steering Committee GNIK sekaligus Ketua Umum PPIK Dr. Yunus Triyonggo, serta Chief of Organization Excellence PT GML Performance Consulting Agus Soleh.
Transformasi SDM Nasional
Para pembicara menyoroti pentingnya aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan dalam mempercepat transformasi SDM nasional. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kompetensi talenta Indonesia, pengembangan future skills, kepemimpinan, hingga kesiapan menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI).
Melalui berbagai inisiatif yang dijalankan bersama OneGML, GNIK, QuBisa, dan dukungan Kompas Gramedia Group yang tahun ini diwakili Kontan, gerakan IHCBS disebut terus memperluas jangkauan program pengembangan kompetensi di berbagai sektor.
Salah satu program yang turut diperkuat adalah ASN Talent Academy hasil kolaborasi GNIK dan LAN-RI. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pelayanan publik.
Menuju Indonesia Emas 2045
Selain itu, IHCBS juga memperluas program AI & Digital Learning melalui kolaborasi One GML, QuBisa, dan LAN-RI guna mempercepat kesiapan SDM Indonesia menghadapi transformasi industri global.
Melalui “Run to IHCBS”, penyelenggara menegaskan bahwa pengembangan SDM nasional membutuhkan langkah konkret yang dilakukan secara konsisten. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem talenta yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.