Program MBG Dongkrak Produksi Susu Lokal Boyolali Capai 2.000 Liter per Hari
UMKM Susu Boyolali mengalami peningkatan produksi yang signifikan, mencapai empat kali lipat berkat pemanfaatan program MBG.
Produksi susu sapi segar lokal di Boyolali, yang dikelola oleh PT Susu Boyolali Andalan, mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat sejak dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun lalu.
Sebelumnya, sebelum adanya program MBG, kapasitas produksi mereka hanya mencapai 500 liter, namun kini Susu Boyolali Andalan mampu memproduksi hingga 2.000 liter susu setiap harinya.
"Kemarin-kemarin sebelum ada program MBG kurang lebih kapasitas produksi kami sekitar 500 liter per harinya. Alhamdulillah saat ini sudah naik sekitar 3-4 kali lipat, di angka 1.500-2.000 liter per harinya," ujar Dea, pemilik PT Susu Boyolali Andalan, dalam wawancaranya pada Sabtu (11/4).
Dea menjelaskan bahwa sejak berdirinya, PT Susu Boyolali Andalan telah menyuplai susu sapi pasteurisasi kepada berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan sekolah-sekolah berbasis asrama (boarding school).
Dengan adanya program MBG, mereka juga mulai menyuplai susu ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Tengah sejak awal Januari 2025. "Sampai hari ini kami masih menjadi salah satu supplier penyetok untuk produk susu segarnya," tambahnya.
Harapkan Prioritas Produk Lokal
Menurut Dea, potensi produksi susu sapi segar dari peternak lokal di Boyolali dapat mencapai hingga 100.000 liter per hari. Namun, dengan jumlah dapur MBG yang ada saat ini, tingkat serapan susu hanya sekitar 20.000 liter. Oleh karena itu, dia berharap agar SPPG atau dapur MBG lainnya dapat diarahkan untuk menyerap lebih banyak produksi susu sapi dari Boyolali, guna mengatasi kekurangan stok yang ada.
"Kurang lebih penyerapan untuk seluruh dapur MBG hanya membutuhkan sekitar 20.000 liter saja. Jadi sebetulnya potensi dari susu yang ada di Boyolali ini sangat mencukupi untuk Boyolali dan di luar Boyolali," kata Dea.
Dia menambahkan bahwa jika para dapur ini mau fokus menggunakan susu lokal, terutama untuk produk susu pasteurisasi, maka kelangkaan yang dialami oleh para dapur tersebut akan berkurang.
Dea juga mengungkapkan apresiasi terhadap program MBG yang ada. Dia berharap pelaku usaha dan UMKM lokal dapat terus dilibatkan dalam program ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Harapan kami sebagai pelaku usaha UMKM lokal, dapat terus berlangsung program yang baik ini dengan terus dijaga bersama-sama baik dari pemangku negara maupun seluruh masyarakat agar seluruh niat baik ini dapat terus terlaksana. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami selaku pengusaha lokal dalam program yang diadakan oleh negara ini," katanya.