Kemenkop Uji Coba Penyaluran Susu Koperasi untuk Program MBG
Penyerapan susu pasteurisasi oleh program MBG sendiri telah dimulai sejak Februari 2025.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) melakukan uji coba penyaluran susu pasteurisasi tahap kedua untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai 18 Juni 2025 di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, menyasar 2.300 siswa dengan total distribusi mencapai 959,4 liter susu.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus, menyatakan bahwa uji coba ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan gizi anak-anak melalui pemanfaatan produk koperasi.
“Kita ingin menyampaikan bahwa susu pasteurisasi hasil koperasi ini memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi,” kata Panel saat meninjau pelaksanaan uji coba di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/6).
Panel menambahkan bahwa para siswa penerima susu terlihat antusias dan berharap program ini terus berlanjut. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan susu pasteurisasi dari koperasi secara langsung mendukung produksi susu nasional dan meningkatkan konsumsi produk koperasi.
Kemenkop mendorong sentra-sentra produksi susu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk aktif mendukung program MBG. Panel juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan penyerapan susu dari koperasi dalam program tersebut.
Penyerapan susu pasteurisasi oleh program MBG sendiri telah dimulai sejak Februari 2025, bekerja sama dengan lima koperasi produsen susu di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kegiatan uji coba turut didampingi oleh perwakilan BGN, BPOM, dan pejabat terkait dari Kemenkop.
Hingga 12 Juni 2025, realisasi belanja program MBG mencapai Rp4,4 triliun, naik dari Rp3,29 triliun pada akhir Mei. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers “APBN Kita” edisi Juni 2025.
“Artinya, dalam waktu kurang dari dua minggu, anggaran MBG bertambah sekitar Rp1,1 triliun,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo tersebut kini telah menjangkau 4,89 juta penerima manfaat, meliputi siswa SD, SMA/SMK, serta ibu hamil.