Pramono Ungkap Banyak Pembangunan Jakarta Digarap Tanpa APBD
Salah satunya, pembangunan Taman Bendera Pusaka yang akan diresmikan pada Maret 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut banyak pembangunan fasilitas publik di Jakarta kini mulai dikerjakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi ini terjadi setelah Dana Bagi Hasil (DBH) Jakarta dipotong pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun.
Menurut Pramono, kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah strategi pembiayaan pembangunan agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD. Ia mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan Jakarta akan meresmikan berbagai bangunan, taman, serta fasilitas publik yang pembiayaannya berasal dari skema non-APBD.
"Pada tahun-tahun ini kita akan banyak sekali meresmikan bangunan, taman, dan beberapa fasilitas publik yang dibiayai sepenuhnya bukan dari APBD," kata Pramono di Jakarta, dikutip Jumat (27/2).
Salah satunya, pembangunan Taman Bendera Pusaka yang akan diresmikan pada Maret 2026. Proyek senilai sekitar Rp100 miliar itu digarap tanpa menggunakan dana APBD.
"Pembiayaannya total kurang lebih Rp100 miliar. Tidak ada uang sen pun dari APBD. Dari mana datangnya? Kita membangun kepercayaan kepada publik bahwa Jakarta sekarang ini berbenah, transparan, terbuka,” jelas Pramono.
Proyek Selanjutnya
Selain itu, pendanaan groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar juga berasal dari luar APBD.
"Tanggal 20 (Februari 2026) kemarin saya melakukan groundbreaking untuk memperbaiki Taman Semanggi. Biayanya Rp134 miliar sepenuhnya tidak ada sesen pun dari APBD," ucap dia.
Pramono meminta seluruh jajarannya di Balai Kota DKI agar melakukan pembenahan secara internal. Dia ingin Pemprov DKI Jakarta memiliki sumber pembiayaan pembangunan alternatif di luar APBD.
"Saya meminta betul kepada jajaran Balai Kota untuk berbenah diri, membuat Jakarta ini tidak bergantung semata-mata dengan APBD," kata Pramono.