Polres Jembrana Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Korban Banjir di Pekutatan
Polres Jembrana aktif memberikan Pemeriksaan Kesehatan Korban Banjir di Kecamatan Pekutatan, Bali, memastikan penanganan medis cepat pasca-bencana dan menjaga kesehatan warga.
Kepolisian Resor Jembrana, Bali, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban banjir di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, pada Minggu. Aksi tanggap ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak bencana alam, sekaligus memberikan penanganan medis sedini mungkin.
Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Korban Banjir ini mencakup uji laboratorium sederhana untuk mengecek gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta pemberian terapi sesuai indikasi medis dan konsultasi kesehatan. Inisiatif ini merupakan respons cepat terhadap potensi munculnya berbagai masalah kesehatan pascabanjir.
Dari 41 warga korban banjir yang datang ke Posko Bencana Banjir di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, beberapa di antaranya terdiagnosis mengalami hipertensi, dispepsia, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data ini menunjukkan urgensi layanan kesehatan proaktif di tengah situasi darurat.
Pentingnya Layanan Kesehatan Pascabanjir
Banjir seringkali meninggalkan dampak kesehatan yang signifikan bagi masyarakat terdampak. Genangan air dan lumpur dapat menjadi sarang kuman penyakit, sementara kondisi pengungsian yang kurang higienis juga memicu penyebaran infeksi. Oleh karena itu, layanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer yang harus segera dipenuhi bagi para korban bencana.
PS Kepala Seksi Kedokteran Dan Kesehatan (Dokkes) Polres Jembrana, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Gusti Ngurah Adi Sadnyana Putra, menegaskan bahwa bencana banjir berpotensi memicu berbagai penyakit, sehingga pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan utama korban banjir. Melalui Pemeriksaan Kesehatan Korban Banjir ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit.
Dengan pemeriksaan awal yang komprehensif, warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera teridentifikasi dan menerima penanganan medis yang tepat. Langkah proaktif ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan pemulihan kesehatan masyarakat pascabanjir.
Detail Hasil Pemeriksaan dan Penanganan Medis
Pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di Posko Bencana Banjir, Banjar Pasar, Desa Pekutatan, berhasil menjangkau 41 warga korban banjir. Dari jumlah tersebut, tercatat lima orang mengalami hipertensi, tujuh orang dispepsia, dan satu orang asam urat. Hasil ini menunjukkan adanya kerentanan kesehatan di kalangan warga terdampak.
Lebih lanjut, lima orang didiagnosis mengalami myalgia, sembilan orang terindikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta tiga orang menderita rheumatoid arthritis. Selain penanganan medis sesuai indikasi, sebelas orang lainnya juga menerima suplementasi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka pasca-bencana.
PS Kepala Seksi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu Gusti Ngurah Adi Sadnyana Putra, menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi uji laboratorium sederhana untuk mengecek gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemberian terapi sesuai indikasi medis, serta konsultasi kesehatan juga diberikan kepada warga terdampak banjir.
Peran Kemanusiaan Polri dan Imbauan Kesehatan
Kapolsek Pekutatan, Komisaris Polisi (Kompol) I Putu Suarmadi, menekankan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Institusi kepolisian juga memiliki komitmen kuat dalam kegiatan kemanusiaan, terutama saat masyarakat menghadapi musibah seperti banjir.
Sebelumnya, pada Jumat (16/1), aparat gabungan yang terdiri dari Pemkab Jembrana, TNI, dan Polri telah bergotong-royong membersihkan lumpur dan sisa air banjir di pemukiman Lapangan Bawah Desa Pekutatan. Wilayah tersebut sempat terendam banjir akibat luapan air sungai, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan bencana.
Kompol I Putu Suarmadi mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan pascabanjir serta tidak ragu untuk menghubungi Polri melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews