Bakti Kesehatan Polri di Sumbar: Tangani Penyakit Pascabencana Banjir
Polri menggelar Bakti Kesehatan Polri di Sumatera Barat, memberikan layanan medis gratis untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan menangani berbagai keluhan penyakit.
Polri Gelar Bakti Kesehatan di Sumbar Tangani Penyakit Pascabencana
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan menggelar bakti kesehatan di Sumatera Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis esensial kepada masyarakat yang terdampak parah oleh bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan Bakti Kesehatan Polri ini difokuskan pada penanganan berbagai keluhan penyakit yang umum muncul pascabencana, seperti demam, batuk, flu, hingga diare. Layanan kesehatan dan pengobatan gratis ini menjadi respons cepat Polri terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
Menurut Kabid Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Susmelawati Rosya, masyarakat mengeluhkan beragam masalah kesehatan saat pemeriksaan gratis. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi tanggap bencana Polri untuk memastikan kesejahteraan warga.
Pelayanan Medis Gratis Menjangkau Berbagai Lokasi Terdampak
Kegiatan bakti kesehatan yang diselenggarakan oleh Polri ini mencakup pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi 222 orang di daerah terdampak bencana banjir. Fokus utama adalah memberikan akses medis yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Layanan Bakti Kesehatan Polri ini tersebar di beberapa posko strategis untuk memastikan cakupan yang luas. Posko Huntara Lubuk Buaya melayani 39 orang, sementara Posko Nanggalo dan Posko Sungai Lareh masing-masing melayani 20 dan 26 orang.
Selain itu, Posko Tabing Banda Gadang melayani 27 orang, Posko Gunung Nago Pauh 28 orang, dan Posko Air Dingin juga melayani 28 orang. Posko Gurun Laweh serta Posko Tanjung Raya di Maninjau (Polres Agam) turut memberikan layanan kepada masing-masing 26 dan 28 orang.
Penyebaran posko ini menunjukkan upaya Polri untuk menjangkau sebanyak mungkin warga yang membutuhkan, terutama di lokasi-lokasi yang sulit diakses pascabencana. Ini adalah bagian dari dedikasi Polri dalam membantu pemulihan masyarakat.
Keluhan Kesehatan Dominan dan Respons Cepat Polri
Masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan gratis di posko-posko Bakti Kesehatan Polri mengeluhkan berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pascabencana. Keluhan ini meliputi demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, diare, dan hipertensi.
Secara keseluruhan, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 37.867 warga telah mendapatkan layanan kesehatan dari Polri. Keluhan terbanyak yang ditangani adalah demam, batuk, diare, gangguan kulit, dan gangguan pencernaan.
Polri telah mendirikan 91 posko tanggap bencana di tiga provinsi, termasuk Sumatera Barat, untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak. Ini menunjukkan skala besar operasi kemanusiaan yang dilakukan.
Penanganan cepat terhadap keluhan-keluhan ini menjadi prioritas utama Polri. Tim medis yang bertugas berupaya memberikan penanganan terbaik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan kesehatan warga.
Komitmen Polri dalam Pengabdian Kemanusiaan
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penanganan fisik dan penguatan pengendali lapangan menjadi fokus utama Polri. Koordinasi efektif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya sangat ditekankan untuk memastikan bantuan tersalurkan optimal.
Jenderal polisi bintang tiga itu juga menekankan komitmen Polri untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan sesuai arahan Kapolri. Hal ini memastikan bahwa respons Polri terhadap bencana selalu adaptif dan efektif.
"Polri harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara," ucap Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan sosial. Bakti Kesehatan Polri adalah wujud nyata dari pengabdian tersebut.
Sumber: AntaraNews