Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah bersinergi dalam menyediakan Layanan Kesehatan Bergerak gratis bagi masyarakat di berbagai desa terdampak bencana di Sumatra. Inisiatif kemanusiaan ini bertujuan untuk memastikan akses kesehatan tetap terjamin bagi warga yang membutuhkan, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Sejak Jumat, tim medis dari TNI dan Polri aktif mendatangi langsung rumah-rumah warga, khususnya lansia, untuk memberikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pengobatan. Kegiatan ini dilakukan di beberapa wilayah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga sejumlah titik di Kota Padang, Sumatra Barat.
Dengan menggunakan kendaraan medis dan ambulans, personel kesehatan TNI dan Polri bergerak dari pintu ke pintu serta mendirikan posko kesehatan. Upaya ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan medis mendesak pasca-bencana, memastikan setiap warga mendapatkan perhatian kesehatan yang layak.
Advertisement
Advertisement
Di wilayah Tapanuli, tim dokter dan tenaga medis TNI gencar melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan bagi warga lansia di Pasar Tukka, Tapanuli Tengah.
Personel medis TNI juga menyambangi Desa Kebon Pisang di Badiri, Tapanuli Tengah, dengan menggunakan ambulans untuk memberikan layanan kesehatan langsung ke warga. Mereka berupaya menjangkau setiap rumah yang dihuni oleh korban bencana.
Selain itu, di Desa Aek Ngadol Nauli, Batang Toru, Tapanuli Selatan, TNI mendirikan posko kesehatan khusus untuk melayani warga yang tinggal di penampungan sementara. Sebuah ambulans TNI juga disiagakan di lokasi tersebut guna mengantisipasi kebutuhan medis darurat.
Advertisement
Pelayanan serupa juga diterima oleh warga terdampak bencana di Desa Kebon Pisang, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, di mana personel medis TNI memberikan konsultasi serta penjelasan mengenai dosis obat kepada masyarakat.
Advertisement
Tidak hanya TNI, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah Sumatra Barat juga turut berkontribusi dalam Layanan Kesehatan Bergerak ini. Mereka menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan di lima lokasi berbeda di Sumatra Barat.
Lokasi-lokasi tersebut meliputi posko pengungsian sementara Lubuk Buaya, Pos Air Dingin, Pos Sei Lareh, Pos Nanggalo, dan Pos Lumin, semuanya berada di Kota Padang.
Selama kegiatan berlangsung, Biddokkes Polda Sumatra Barat berhasil memberikan pengobatan gratis kepada 72 orang warga. Ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesehatan masyarakat pasca-bencana.
Advertisement
Keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani oleh tim medis Polri mencakup demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, gangguan asam lambung, diare, dan hipertensi.
Advertisement
Kolaborasi antara TNI dan Polri dalam Layanan Kesehatan Bergerak ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di tengah situasi bencana. Sinergi ini memastikan bahwa bantuan medis dapat tersalurkan secara efektif dan efisien.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya preventif dan edukasi kesehatan bagi warga terdampak. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pasca-bencana.
Kehadiran tim medis di lokasi bencana secara langsung memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Mereka tidak perlu kesulitan mencari fasilitas kesehatan, karena pelayanan sudah diantar hingga ke depan pintu rumah atau posko pengungsian.
Advertisement
Adapun keluhan kesehatan yang paling sering ditangani oleh tim medis gabungan TNI dan Polri meliputi:
Sumber: AntaraNews