Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pascabencana alam di sejumlah wilayah Agam, Sumatera Barat. Fokus utama kegiatan ini adalah pemulihan fasilitas umum dan penyediaan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Kehadiran Polri ini menegaskan peran negara dalam situasi darurat, memastikan masyarakat mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk bangkit kembali.
Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan secara serentak di beberapa lokasi, termasuk pembersihan Sekolah Yayasan Tarbiyah Islamiyah di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Satuan Brimob Polda Sumatera Barat bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan lumpur yang mengendap. Upaya ini bertujuan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera pulih dan berjalan normal kembali.
Selain pembersihan sekolah, tim medis dari kepolisian juga menggelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis secara intensif. Tercatat, sebanyak 222 warga di Kota Padang dan Kabupaten Agam telah menerima pemeriksaan medis. Inisiatif ini merupakan bagian dari respons cepat Polri untuk mengatasi dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat bencana, sekaligus meringankan beban warga.
Advertisement
Advertisement
Satuan Brimob Polda Sumatera Barat menjadi garda terdepan dalam upaya pemulihan pascabencana di Agam, Sumatera Barat. Mereka berfokus pada pembersihan fasilitas umum vital seperti sekolah yang terdampak parah. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pacul, personel Brimob bekerja keras mengeluarkan kursi dan meja dari ruang kelas untuk membersihkan sisa lumpur yang mengendap.
Proses pembersihan ini tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah saja. Para personel Brimob juga turut membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terkena dampak banjir dan longsor. Semangat gotong royong terjalin erat antara anggota Polri dan masyarakat setempat, mempercepat proses pemulihan lingkungan.
Langkah cepat Polri dalam membersihkan sekolah adalah krusial untuk memastikan pendidikan anak-anak tidak terganggu terlalu lama. Pemulihan fasilitas ini menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dilanjutkan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana Agam sangat membantu meringankan beban mereka.
Advertisement
Advertisement
Sejalan dengan upaya pemulihan fisik, tim medis dari kepolisian juga aktif memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak pada Jumat (26/12) di berbagai titik posko. Sebanyak 222 warga di Kota Padang dan Kabupaten Agam telah mendapatkan pemeriksaan medis intensif, menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Layanan kesehatan gratis ini sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit pascabencana dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga. Tim medis Polri memberikan pemeriksaan menyeluruh dan obat-obatan yang diperlukan. Ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan bantuan bencana Agam secara komprehensif.
Pelayanan kesehatan tersebut tersebar di delapan titik posko strategis, menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Posko-posko tersebut meliputi:
Advertisement
- Posko Huntara Lubuk Buaya (39 orang)
- Posko Nanggalo (20 orang)
- Posko Sungai Lareh (26 orang)
- Posko Tabing Banda Gadang (27 orang)
- Posko Gunung Nago Pauh (28 orang)
- Posko Air Dingin (28 orang)
- Posko Gurun Laweh (26 orang)
- Posko Tanjung Raya Maninjau di wilayah Polres Agam (28 orang)
Distribusi layanan ini menunjukkan komitmen Polri untuk memastikan bantuan kesehatan merata.
Sumber: AntaraNews
Advertisement