Pemkot Pariaman Siapkan Kantong Parkir Puncak Tabuik, Antisipasi Pungli dan Target 300 Ribu Wisatawan
Pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan sejumlah lokasi parkir puncak Tabuik Pariaman untuk menyukseskan acara budaya Tabuik Dibuang ke Laut, sekaligus mengantisipasi parkir liar dan pungutan tidak resmi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, telah mengambil langkah proaktif dalam menyukseskan puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026. Mereka menyiapkan sejumlah lokasi parkir kendaraan bermotor untuk acara Tabuik Dibuang ke Laut yang akan berlangsung pada Minggu (28/6). Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengunjung selama perayaan budaya tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pariaman, Alfian, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan petugas parkir dari dinas, termasuk juru parkir (jukir) di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Langkah ini diambil untuk mengelola area parkir secara efektif dan mencegah praktik ilegal. Penyiapan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkot dalam menyambut ribuan wisatawan.
Fokus utama persiapan ini adalah mengantisipasi adanya parkir liar serta potensi pungutan liar atau pemalakan yang kerap terjadi saat acara besar. Dengan penyiapan lokasi parkir resmi dan petugas yang memadai, diharapkan wisatawan dapat menikmati acara tanpa gangguan. Pemkot berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung.
Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Puncak Tabuik
Dishub Kota Pariaman telah menetapkan beberapa titik strategis sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Area tersebut meliputi Parkiran Nusantara, lokasi dekat Jembatan Puah, dan Terminal Kampung Pondok. Selain itu, sepanjang Pantai Lohong hingga Pantai Cermin juga disiapkan untuk menampung kendaraan pengunjung.
Untuk kendaraan bus, Pemkot Pariaman menyediakan kawasan taman makam pahlawan atau GOR Rawang sebagai tempat parkir utama setelah penumpang diturunkan di Parkiran Nusantara. Sementara itu, angkutan desa memiliki lokasi parkir khusus di depan Kantor BNI Pariaman dan di Kampung Belacan. Penataan ini diharapkan dapat memisahkan jenis kendaraan dan menghindari penumpukan.
Tarif parkir yang diberlakukan selama puncak Tabuik ini mengacu pada tarif hari libur. Kendaraan roda dua akan dikenakan biaya Rp5.000, kendaraan roda empat Rp10.000, dan bus Rp20.000. Setiap kendaraan yang parkir di lokasi resmi akan diberikan karcis sebagai bukti pembayaran yang sah. Karcis ini berlaku hanya untuk hari puncak Tabuik.
Antisipasi Parkir Liar dan Pungutan Ilegal
Pemkot Pariaman sangat serius dalam mengantisipasi praktik parkir liar dan pungutan tidak resmi yang merugikan wisatawan. Alfian menegaskan bahwa pihaknya berupaya mencegah oknum yang memanfaatkan lahan warga sebagai lokasi parkir sementara untuk melakukan pemalakan. Petugas akan melakukan pengawasan ketat di seluruh area yang telah ditentukan.
Wisatawan diminta untuk segera melaporkan jika menemukan oknum yang melakukan pemalakan atau pungutan liar selama pelaksanaan Tabuik. Laporan dapat disampaikan kepada petugas Dishub, aparat kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), atau aparatur pemerintah setempat yang mudah ditemui. Respons cepat akan diberikan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Sebanyak 250 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan mengawasi area parkir. Tim ini terdiri dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman, anggota Dishub Pariaman, serta juru parkir. Kehadiran tim gabungan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
Target Kunjungan Wisatawan Pesona Budaya Tabuik
Puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mendongkrak sektor pariwisata Kota Pariaman. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengungkapkan target ambisius untuk acara tahun ini. Pihaknya menargetkan 300 ribu kunjungan wisatawan sepanjang pelaksanaan Tabuik, yang berlangsung dari 16 hingga 28 Juni 2026.
Dari total target 300 ribu kunjungan, sekitar 200 ribu pengunjung diperkirakan akan hadir pada prosesi puncak Tabuik Dibuang ke Laut. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap perayaan budaya khas Pariaman tersebut. Tingginya target ini juga menjadi indikator potensi ekonomi yang besar dari acara Tabuik.
Pemerintah Kota Pariaman berharap dengan persiapan yang matang, termasuk pengelolaan parkir dan keamanan, target kunjungan wisatawan dapat tercapai. Keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kesan positif yang dibawa pulang oleh setiap wisatawan. Ini akan berkontribusi pada peningkatan citra pariwisata Kota Pariaman di tingkat nasional.
Sumber: AntaraNews