Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Saparua di Maluku kini semakin gencar melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan para lansia tetap terjaga dengan baik selama mereka menjalani masa pembinaan di lapas. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Lapas Saparua dalam memenuhi hak dasar setiap WBP.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pemeriksaan rutin ini adalah bentuk konkret pelayanan optimal. Fokus utama diberikan kepada kelompok lansia yang secara fisik lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan mereka agar tetap prima selama berada di lingkungan lapas.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara berkala oleh staf kesehatan lapas dengan metode yang menyeluruh. Berbagai aspek kesehatan diperiksa, mulai dari tekanan darah hingga skrining penyakit tidak menular. Inisiatif ini diharapkan dapat mengantisipasi gangguan kesehatan serius pada WBP lansia.
Advertisement
Advertisement
Pemeriksaan kesehatan di Lapas Saparua dilakukan dengan metode yang sangat komprehensif oleh staf kesehatan lapas. Prosedur ini mencakup pengecekan tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh secara rutin. Selain itu, kondisi umum seperti berat badan dan keluhan fisik yang dirasakan WBP juga menjadi perhatian utama.
Petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan pernapasan dan pengecekan gula darah untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan. Skrining sederhana turut dilakukan guna mengidentifikasi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Langkah-langkah ini penting untuk penanganan dini.
Untuk mendukung deteksi dini, identifikasi gejala penyakit seperti flu, infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan sendi juga dilakukan. Penyakit-penyakit tersebut umum dialami oleh kelompok lansia, sehingga penanganannya harus cepat. Petugas berupaya proaktif dalam setiap penemuan gejala.
Advertisement
Layanan konsultasi kesehatan juga tersedia bagi para WBP lansia yang membutuhkan. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat diberikan untuk meningkatkan kesadaran mereka. Pemberian vitamin dan obat-obatan ringan juga disediakan sesuai kebutuhan.
Advertisement
Pramuaji Buamonabot menjelaskan bahwa langkah preventif ini sekaligus menjadi upaya deteksi dini. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang lebih serius pada WBP lansia. Kondisi fisik lansia yang cenderung lebih rentan memerlukan perhatian ekstra.
Dengan adanya pemeriksaan rutin, pihak lapas dapat segera mengetahui kondisi kesehatan warga binaan. Tindakan cepat dapat diambil apabila ditemukan keluhan atau gejala penyakit. Ini menunjukkan komitmen lapas terhadap kesejahteraan WBP.
Staf kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan WBP lansia berada dalam keadaan baik. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar WBP lansia dalam kondisi normal. Ini adalah kabar positif dari program pemeriksaan.
Advertisement
Senly Matitale menambahkan bahwa hanya terdapat beberapa warga binaan yang mengalami flu ringan. Mereka telah diberikan vitamin sebagai penanganan awal. Hal ini menunjukkan efektivitas program deteksi dini dan penanganan cepat.
Sumber: AntaraNews