Peserta Magang Jembrana Meninggal di Malaysia, Jenazah Telah Dipulangkan ke Bali
Kabar duka menyelimuti Jembrana, Bali, setelah seorang peserta magang asal daerah itu, I Made Berta Mahendra, meninggal dunia di Malaysia. Simak detail kepulangan jenazah dan dugaan penyebab meninggalnya peserta magang Jembrana ini.
Seorang peserta magang asal Kabupaten Jembrana, Bali, I Made Berta Mahendra (22), dikabarkan meninggal dunia di Malaysia setelah sekitar empat bulan berada di negeri jiran tersebut. Kabar duka ini mengejutkan keluarga dan masyarakat setempat, menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan pekerja magang di luar negeri.
Jenazah I Made Berta Mahendra telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air dan diserahkan kepada pihak keluarga di Jembrana. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan kerja sama lintas instansi, menunjukkan respons cepat dari pihak berwenang.
Dugaan sementara penyebab meninggalnya Berta adalah serangan jantung, meskipun detail lebih lanjut masih menunggu konfirmasi resmi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan dan perlindungan bagi para peserta magang internasional.
Proses Pemulangan Jenazah yang Terkoordinasi
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Putu Agus Arimbawa, mengonfirmasi pemulangan jenazah I Made Berta Mahendra. "Jenazahnya sudah sampai di Tanah Air dan diserahkan ke keluarganya," kata Putu Agus Arimbawa saat diwawancarai di Negara, Jembrana, Jumat. Proses pemulangan ini melibatkan koordinasi yang erat antar berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan penghormatan terakhir.
Setelah mendapatkan informasi meninggalnya Berta pada Sabtu (24/1), langkah-langkah pemulangan segera diinisiasi. Kerja sama lintas instansi menjadi kunci dalam memastikan kelancaran proses ini, menandakan respons cepat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Selain Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) tempat Berta menempuh pelatihan, pemulangan jenazah juga melibatkan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta dinas terkait lainnya. Sinergi antara lembaga-lembaga ini sangat penting untuk penanganan kasus pekerja migran atau magang di luar negeri, memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi.
Jenazah tiba di terminal kargo Bandara Ngurah Rai pada Kamis (29/1) malam, sebelum akhirnya diserahterimakan kepada perwakilan keluarga Berta. Kedatangan jenazah di rumah duka pada Kamis (29/1) sekitar pukul 21.45 WITA disambut oleh keluarga besar, termasuk kedua orang tuanya, dalam suasana duka yang mendalam.
Dugaan Serangan Jantung dan Latar Belakang Magang
Mengenai penyebab meninggalnya I Made Berta Mahendra, Putu Agus Arimbawa menduga kuat karena serangan jantung. Dugaan awal ini disampaikan berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak dinas. Kepergian Berta yang mendadak di usia muda tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, mengingat ia dikenal sehat sebelumnya.
Berta, warga Banjar/Dusun Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, berangkat ke Malaysia sebagai peserta magang. Ia mengikuti program magang ke luar negeri yang diselenggarakan oleh sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Program ini merupakan bagian dari upaya LPK untuk membekali peserta didiknya dengan pengalaman internasional, khususnya di bidang perhotelan.
LPK tersebut memiliki kerja sama dengan perusahaan di Malaysia, memfasilitasi penempatan peserta magang. "Ada program magang keluar negeri bagi peserta didik LPK tersebut. Berta mengikuti program itu," jelas Putu Agus Arimbawa. Keikutsertaan Berta dalam program ini menunjukkan semangatnya untuk mencari pengalaman baru dan meningkatkan kompetensinya.
Sumber: AntaraNews