Solidaritas Haji Uma dan BP3MI: Pemulangan Jenazah Warga Aceh dari Malaysia Berhasil
Anggota DPD RI Sudirman Haji Uma bersama BP3MI Aceh berhasil memfasilitasi pemulangan jenazah Aulia Helza, warga Aceh yang meninggal di Malaysia, menunjukkan solidaritas kuat.
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh dan Group Aceh Bersatu (GAB) telah berhasil memulangkan jenazah Aulia Helza. Aulia Helza merupakan warga Lhokseumawe yang meninggal dunia di Malaysia karena sakit. Upaya kolaboratif ini memastikan almarhumah dapat kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan dengan layak.
Sudirman Haji Uma menegaskan pentingnya dukungan bagi keluarga yang menghadapi situasi sulit seperti ini. “Kita tidak boleh membiarkan keluarga di Aceh berjuang sendirian menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya di Banda Aceh. Ia menambahkan bahwa tugas utama adalah memastikan jenazah segera kembali dan dimakamkan di tanah kelahiran.
Jenazah almarhumah tiba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Jumat (21/11), menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 860. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan via darat oleh BP3MI Aceh menuju kampung halaman. Kini, almarhumah telah dimakamkan di Lhokseumawe, Aceh.
Kronologi dan Koordinasi Cepat Pemulangan Jenazah
Aulia Helza meninggal dunia pada Rabu (19/11) di kediamannya di Pulau Indah Klang, Selangor, Malaysia. Informasi ini disampaikan oleh GAB Malaysia, sebuah komunitas perantau Aceh di sana. Selama dua tahun di Malaysia, Aulia diketahui bekerja di sebuah pabrik tisu.
Setelah kabar duka diterima, pihak keluarga melalui Geuchik Gampong Batuphat Barat segera mengirimkan surat resmi. Surat tersebut ditujukan kepada Haji Uma untuk meminta bantuan pemulangan jenazah Aulia Helza ke kampung halaman. Permohonan ini menunjukkan kepercayaan keluarga terhadap peran Haji Uma dalam membantu warga Aceh di perantauan.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma segera mengambil langkah cepat. Ia langsung berkoordinasi dengan Junaidi R, Ketua GAB di Malaysia, untuk membantu seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan jenazah. “Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar,” kata Haji Uma.
Koordinasi yang efektif antara Haji Uma dan GAB Malaysia menjadi kunci utama. Hal ini mempercepat proses pengurusan dokumen dan persiapan logistik yang diperlukan untuk pemulangan jenazah. Solidaritas komunitas perantau juga sangat berperan dalam kelancaran proses ini.
Dukungan dan Solidaritas dalam Proses Pemulangan Jenazah
Biaya pemulangan jenazah Aulia Helza hingga ke Bandara Kualanamu mencapai Rp16,5 juta. Biaya ini ditanggung sepenuhnya oleh Nursyahida, seorang teman Haji Uma yang merupakan warga Malaysia. Dukungan finansial ini sangat membantu keluarga almarhumah yang sedang berduka.
Selain itu, Haji Uma juga membiayai biaya kargo bandara yang diperlukan untuk pemulangan jenazah. Ia bahkan ikut menurunkan timnya untuk mendampingi jenazah hingga tiba di rumah duka. Ini menunjukkan komitmen penuh Haji Uma dalam membantu warganya.
Dalam kesempatan ini, Haji Uma menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jenazah. “Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan Allah SWT menerima segala amal ibadahnya,” ucap Haji Uma.
Saudara kandung almarhumah, Heldani, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari semua pihak. “Terima kasih kami kepada semua yang telah membantu. Hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan saudara-saudara semua,” kata Heldani. Ungkapan ini mencerminkan rasa syukur keluarga atas solidaritas yang diterima.
Sumber: AntaraNews