Pesawat Smart Air Ditembaki KKB Hingga Pilot Tewas di Korowai Papua, Kemenhub Ungkap Kronologinya
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) membenarkan adanya insiden penembakan terhadap pesawat perintis di Papua Selatan. Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Pesawat yang menjadi sasaran adalah Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation yang melayani rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW). Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan, laporan awal memuat data penerbangan beserta jumlah awak dan penumpang.
"Berdasarkan laporan awal, pesawat penerbangan perintis FLT/no. Reg :PK-SNR Type A/C C208B Ex RUTE :TMH-DNW ( Koroway Batu) - TMH jumlah Crew/pilot : 2 jumlah penumpang : 12 dewasa dan 1 infant," tulis Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam keterangan pers diterima, Rabu (11/2/2026).
Kronologi Penembakan
Lukman memaparkan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT dan tiba di Bandara Koroway Batu sekitar pukul 11.05 WIT.
Namun, situasi berubah sesaat setelah pesawat mendarat.
"Sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan," tutur Lukman.
Dua Pilot Meninggal, Penumpang Selamat
Beberapa jam setelah kejadian, otoritas menerima kabar duka terkait kondisi awak pesawat. Dua pilot dilaporkan menjadi korban dan meninggal dunia akibat penembakan tersebut.
Lukman menyebutkan, seluruh penumpang berhasil selamat.
"Pada pukul 13. 26 WIT, pihaknya mendapat informasi bahwa dua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia sedangkan 12 penumpang dan 1 bayi selamat."
Koordinasi dan Penanganan Lanjutan
Hingga kini, Ditjen Hubud terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan insiden berjalan cepat dan tepat, termasuk dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke serta petugas di lapangan.
"Hingga saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke dan Kepala Satuan Pelayanan/pegawai yang ada di Bandar Udara Koroway Batu," Lukman menandasi.