Kolam Bekas Lubang Tambang Batu Bara di Kaltim Disulap Jadi Wisata Ramah Lingkungan, Masyarakat Lakukan Gotong Royong
Kolam bekas tambang batu bara di Kutai Kartanegara diubah menjadi Taman Gubang, destinasi wisata ramah lingkungan berbasis gotong royong warga.
Kolam bekas galian tambang batu bara yang terbengkalai selama puluhan tahun di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kini berubah menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan bernama Taman Gubang.
Kawasan wisata yang berada di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang itu dikelola masyarakat setempat dengan konsep ekowisata dan pemberdayaan warga.
"Taman Gubang Loa Ulung menjadi bukti keberhasilan upaya masyarakat dalam mengubah lahan kritis sisa eksploitasi alam menjadi kawasan ekowisata yang bernilai ekonomi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi di Samarinda, dikutip Antara, Jumat (29/5/2026).
Menurut Ririn, pengelolaan kawasan wisata dilakukan secara gotong royong tanpa bergantung pada investasi uang tunai dalam jumlah besar.
Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pengembangan fasilitas hingga operasional wisata.
Pernah Raih Penghargaan Wisata
Upaya pengelolaan berbasis masyarakat tersebut membuahkan hasil setelah Taman Gubang meraih juara pertama Anugerah Tempat Wisata Idaman Kutai Kartanegara pada 2023.
Wisatawan yang datang dapat menikmati berbagai fasilitas alam, mulai dari gazebo di tepi danau hingga menaiki perahu tradisional gubang kembar untuk berkeliling kawasan.
Pengelola Taman Gubang, Ahmadi mengatakan pemanfaatan kolam bekas tambang tidak hanya membantu pemulihan lingkungan, tetapi juga memberi kontribusi ekonomi bagi daerah.
Menurut dia, pengelola wisata rutin menyetorkan pajak sebesar Rp50 juta per tahun.
Bekas Tambang Dinilai Aman untuk Wisata
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur Bambang Arwanto menyebut lahan bekas tambang memang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan apabila dikelola dengan baik dan memenuhi standar keamanan.
Selain pariwisata, kawasan bekas galian tambang juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
Bambang menegaskan kolam wisata di Desa Loa Ulung dinilai aman bagi masyarakat.
Menurut dia, lokasi tersebut tidak memiliki binatang liar berbahaya dan kedalaman air maksimal hanya sekitar empat meter.