Gurun Pasir Bintan Raup Rp90 Juta di Libur Nataru, Jadi Magnet Wisatawan
Objek wisata Gurun Pasir Bintan di Desa Busung, Kepulauan Riau, berhasil meraup pendapatan fantastis Rp90 juta selama libur Nataru, menarik ribuan wisatawan dengan keunikan lanskapnya.
Objek wisata Gurun Pasir Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mencatatkan pendapatan impresif. Destinasi unik ini berhasil meraup hingga Rp90 juta selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) baru-baru ini.
Pendapatan fantastis tersebut bersumber dari uang tiket masuk wisatawan yang mencapai 9.000 orang dalam sepekan terakhir. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa, menjadikan Gurun Pasir Bintan sebagai daya tarik utama.
Menurut Kepala Desa Busung, Rusli, pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara. Keberhasilan ini menyoroti potensi besar pariwisata lokal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dendang Betuah.
Lonjakan Pengunjung dan Sumber Pendapatan Gurun Pasir Bintan
Kepala Desa Busung, Rusli, menjelaskan bahwa pendapatan Rp90 juta diperoleh dari tiket masuk wisatawan. Biaya tiket ditetapkan Rp10 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp30 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Jumlah pengunjung Gurun Pasir Telaga Biru melonjak drastis selama libur Nataru, mencapai 9.000 orang per pekan. Angka ini jauh melampaui rata-rata harian biasa yang hanya sekitar 1.000 orang per pekan, menunjukkan daya tarik kuat Gurun Pasir Bintan.
Wisatawan yang berkunjung ke Gurun Pasir Bintan berasal dari berbagai wilayah, termasuk Bintan, Tanjungpinang, Batam, hingga Jakarta. Tidak hanya itu, banyak juga pengunjung internasional dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang tertarik datang ke destinasi unik ini.
Keunikan dan Daya Tarik Gurun Pasir Telaga Biru
Gurun Pasir Telaga Biru menawarkan pengalaman wisata yang sangat unik di Bintan, terbentuk dari bekas area penambangan bauksit. Destinasi ini menyajikan hamparan bukit pasir luas yang eksotis, menyerupai gurun di Timur Tengah atau Afrika.
Keindahan lanskapnya semakin memukau dengan keberadaan danau-danau air biru jernih di tengah gurun pasir. Kontras visual antara pasir keemasan dan air biru menciptakan pemandangan yang sangat indah dan instagramable, cocok untuk berbagai sesi foto.
Daya tarik utama Gurun Pasir Bintan adalah lanskapnya yang cocok untuk sesi foto, baik pre-wedding maupun swafoto biasa. Tersedia juga properti foto menarik seperti unta buatan dan burung elang untuk menambah pengalaman pengunjung.
Selain berfoto, pengunjung dapat menyewa ATV atau motor trail untuk menjelajahi area gurun pasir yang luas. Pilihan lain adalah menyusuri telaga biru menggunakan pondok apung atau perahu mini yang tersedia untuk disewa, menambah variasi aktivitas wisata di Gurun Pasir Bintan.
Pengelolaan dan Fasilitas Pendukung Wisata Gurun Pasir Bintan
Wisata Gurun Pasir Telaga Biru dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dendang Betuah. Pengelolaan ini melibatkan aktif warga setempat, memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas Desa Busung.
Warga lokal berperan dalam berbagai posisi, mulai dari petugas kebersihan, pengelola parkir, penjaga tiket masuk, hingga penjual makanan dan minuman. Keterlibatan ini menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan desa melalui pariwisata Gurun Pasir Bintan.
Fasilitas dasar yang memadai telah disediakan untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia area swafoto, kamar mandi umum, musholla, serta warung-warung yang menjual makanan dan minuman, memastikan pengalaman berwisata yang nyaman dan lengkap.
Sumber: AntaraNews