PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), baru-baru ini menerima kunjungan penting dari delegasi International Climate Initiative-Just Energy Transition (IKI-JET). Kunjungan ini berlangsung di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Jonggon Jaya.
Delegasi IKI-JET, yang diinisiasi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), datang untuk meninjau langsung kawasan pascatambang MHU. Area yang dulunya merupakan lokasi penambangan batu bara ini kini telah bertransformasi menjadi pusat agroindustri, edukasi, dan inovasi bagi masyarakat lokal.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen MHU dalam mendukung transisi energi adil di Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana perusahaan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Mereka ingin melihat bagaimana keberhasilan program pascatambang ini dapat menjadi contoh bagi negara lain.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Lahan Pascatambang dan Pemberdayaan Masyarakat
Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menegaskan bahwa transisi energi adil bukan sekadar perubahan sumber daya, melainkan juga tentang menjaga kehidupan dan memberdayakan komunitas. Ia menyatakan keberhasilan transisi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang dapat dibangun kembali di sepanjang prosesnya.
PT MHU memahami betul dampak ekonomi lokal akibat berakhirnya aktivitas tambang atau economic displacement. Oleh karena itu, perseroan secara aktif menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun berdasarkan pemetaan sosial. Hal ini memastikan program-program tersebut sesuai dengan potensi unik masyarakat setempat.
Program-program ini melibatkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, UMKM, koperasi, BUMDes, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah. Keterlibatan menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif dari setiap inisiatif yang dijalankan oleh perusahaan. Ini adalah bagian integral dari upaya transisi energi adil mereka.
Advertisement
Advertisement
Kisah Sukses BUMDes dan Pemberdayaan Perempuan Adat
Perwakilan GIZ Indonesia/ASEAN, Ade Cahyat, mengapresiasi keberhasilan MHU dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan di kawasan pascatambang. Ia menilai ini sebagai contoh nyata bagaimana perusahaan tambang di Indonesia dapat berkontribusi pada agenda transisi energi berkeadilan.
Salah satu kisah sukses adalah BUMDes Sungai Payang, yang kini tumbuh menjadi badan usaha dengan omzet fantastis Rp19 miliar pada tahun 2024. BUMDes ini juga berhasil menciptakan 200 lapangan kerja, termasuk bagi kaum perempuan single parent dan kurang mampu, menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan.
BUMDes Sungai Payang telah berkembang menjadi badan usaha B2B di sektor logistik, katering, dan konstruksi. Sejak tahun 2020, BUMDes ini bahkan mulai memiliki program CSR secara mandiri, menandakan kemandirian dan keberlanjutan ekonomi yang kuat di area pascatambang.
Advertisement
Selain itu, PT MHU juga aktif memberdayakan perempuan adat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai. Sebanyak 12 perempuan adat mengelola pengembangan hilirisasi biji kakao dengan bimbingan dari BUMDes Ba Waqna, menghasilkan produk olahan cokelat melalui Rumah Cokelat Lung Anai. Inisiatif ini menjadi model bisnis pertama di Indonesia yang memberdayakan masyarakat adat secara langsung.
Advertisement
Inovasi dan Penelitian untuk Keberlanjutan Lingkungan
Kolaborasi strategis antara MMSGI, PT Bramasta Sakti, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) telah menghasilkan kajian akademis. Kajian ini berfokus pada transformasi lahan pascatambang menjadi agroindustri berbasis potensi lokal, mendukung visi transisi energi adil yang komprehensif.
Riset yang dilakukan mencakup bidang pertanian dan ekonomi, termasuk analisis pasar dan pelibatan masyarakat. Salah satu hasil penting dari kajian ini adalah pengembangan pupuk organik "Biomasta", yang terbukti mampu meningkatkan parameter kesuburan tanah bekas tambang secara signifikan.
Lebih lanjut, MMSGI dan Politani Samarinda melakukan penelitian mendalam terkait dampak pupuk organik "Biomasta" yang terbuat dari kotoran sapi di Jayatama Miniranch. Pupuk ini diuji coba untuk budidaya sereh wangi pada lahan pascatambang MHU di area PT Bramasta Sakti.
Advertisement
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mendorong terciptanya ekonomi sirkular di wilayah pascatambang. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat, sejalan dengan prinsip transisi energi adil.
Sumber: AntaraNews