Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Regional Program Berobat Gratis Sumut Antisipasi Lonjakan Pasien
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembangkan layanan regional Program Berobat Gratis Sumut untuk pemerataan akses kesehatan dan mengatasi lonjakan pasien, simak detail kebijakannya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah proaktif dengan mengembangkan layanan regional Program Berobat Gratis (Probis) Sumut. Kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien di berbagai rumah sakit pada tahun ini. Pengembangan ini diharapkan dapat mendekatkan akses layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Sumut sesuai dengan wilayah domisili mereka.
Langkah strategis ini diambil setelah Pemprov Sumut mencermati adanya peningkatan signifikan jumlah pasien sejak Probis diberlakukan. Program Probis Sumut Berkah telah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan warganya. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung oleh Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution.
Pengembangan layanan regional Probis Sumut ini diharapkan mampu menciptakan sistem kesehatan yang lebih merata dan efisien. Fokus utamanya adalah mencegah penumpukan pasien di rumah sakit tertentu. Hal ini sekaligus memastikan setiap warga Sumut mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa terkendala jarak atau kapasitas fasilitas.
Lonjakan Pasien dan Kebutuhan Pemerataan Akses
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan pasien yang signifikan di beberapa rumah sakit sejak Probis diberlakukan tahun lalu. Rumah Sakit Haji, Rumah Sakit Adam Malik, Rumah Sakit Royal Prima, dan Rumah Sakit Murni Teguh menjadi fasilitas yang paling merasakan dampaknya. Rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit tersebut bahkan melebihi 80 persen.
Kondisi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap Program Berobat Gratis Sumut. Namun, sekaligus menyoroti perlunya pemerataan distribusi layanan. "Sejak Probis diberlakukan tahun lalu, kami cermati terjadi lonjakan pasien di beberapa rumah sakit. Rata-rata keterisian tempat tidur melebihi 80 persen," kata Hamid di Medan, Jumat.
Untuk mengatasi penumpukan ini, Pemprov Sumut berencana mengembangkan skema layanan Probis ke masing-masing wilayah regional. Tujuannya agar tidak terjadi konsentrasi pasien di beberapa rumah sakit saja. Pengembangan ini menjadi krusial demi menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pasien.
Strategi Pengembangan Layanan Regional dan Penguatan FKTP
Layanan kesehatan Probis Sumut Berkah akan dikembangkan secara bertahap ke berbagai wilayah regional di Sumut. Regional pantai timur, dataran tinggi, dan kawasan pariwisata di Sumatera Utara menjadi fokus utama. Selain itu, penguatan layanan kesehatan di Kota Medan juga menjadi prioritas dalam skema pengembangan ini.
Hamid Rijal Lubis menjelaskan, "Skema layanan ini kami kembangkan agar tidak terjadi penumpukan pasien di beberapa rumah sakit saja." Selain pengembangan regional, Pemprov Sumut juga akan memperkuat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik. Tujuannya adalah agar fasilitas-fasilitas ini memiliki nilai tambah dan mampu melayani lebih banyak kasus dasar.
Dinkes Sumut bersama BPJS Kesehatan pada tahun 2025 telah menjalin maklumat bersama. Maklumat ini melibatkan 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik untuk menyukseskan Probis Sumut Berkah. "Kami juga membuat model untuk memaksimalkan layanan di FKTP ini, terutama layanan-layanan dasar yang dapat dilayani di sini, tidak perlu ke rumah sakit," terang Hamid.
Dampak Positif Probis Sumut Berkah dan Data Pasien
Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM Rumah Sakit Haji Medan, Ridesman Nasution, mengakui adanya peningkatan jumlah pasien di rumah sakitnya. Peningkatan ini merupakan dampak langsung dari pemberlakuan Universal Health Coverage (UHC) melalui Probis Sumut Berkah. Program ini mulai efektif sejak awal Oktober 2025.
Data menunjukkan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 431 pasien dari 20 kabupaten/kota di Sumut telah mengakses layanan Probis. Pasien paling banyak berasal dari Deli Serdang, dengan jumlah 287 pasien. Selebihnya berasal dari Medan, Karo, Labuhanbatu, dan daerah lainnya.
Probis Sumut Berkah tidak hanya meringankan beban finansial masyarakat. Program ini juga berhasil meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan secara signifikan. Dengan pengembangan regional dan penguatan FKTP, diharapkan manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews