Juni 2026, bioskop di Tanah Air dihiasi dengan berbagai genre film. Selain horor dan komedi, terdapat film Saat Aku Bersuara yang mengangkat tema drama tentang perjuangan korban dan penyintas kasus pemerkosaan. Film ini dibintangi oleh Marshanda, Nino Fernandez, dan Ibnu Jamil. Saat Aku Bersuara juga menandai reuni antara Marshanda dan Ibnu Jamil setelah terpisah selama belasan tahun. Karya sineas Sonu S ini diadaptasi dari naskah tulisan Tissa TS.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, Ibnu Jamil berbagi pengalamannya.
"Saya pernah beradu akting dengan Marshanda, tetapi itu di sinetron, tahun 2010, Sejuta Cinta Marshanda. Untuk film, ini adalah pertama kalinya. Akting Marshanda sangat luar biasa, kualitas aktingnya tidak perlu diragukan lagi," ungkap Ibnu Jamil.
Ia juga menjelaskan perannya dalam Saat Aku Bersuara sebagai Adrian, Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus pemerkosaan. Karakter Adrian digambarkan agak kaku, dengan rambut rapi, mencerminkan pendidikan dan profesinya.
Oleh karena itu, dalam film Saat Aku Bersuara, Ibnu Jamil mengenakan kacamata.
"Adrian memiliki misi untuk menyelesaikan masalah yang dulu tidak terselesaikan. Dia memiliki adik yang menjadi korban ketidakadilan," jelas Ibnu Jamil.
"Tiga kata yang menggambarkan Adrian adalah: dendam, keadilan, dan berani," tambahnya. Laporan Showbiz Liputan6.com kali ini mengumpulkan enam tokoh kunci dalam film Saat Aku Bersuara. Film yang mulai tayang di bioskop pada 18 Juni 2026 ini bertujuan untuk menyuarakan keadilan bagi perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual, penganiayaan, dan pemerkosaan.
Advertisement
Nadia mengalami tragedi yang mengerikan ketika menjadi korban pemerkosaan oleh dua penjahat bertopeng di jalanan sepi pada malam hari. Dalam keadaan yang sangat menyedihkan dan terluka, ia ditinggalkan oleh para pelaku, membuat kejiwaannya terguncang parah. Kariernya sebagai pengacara yang sebelumnya cemerlang kini seketika redup akibat peristiwa tersebut.
Namun, Nadia tidak ingin hanya diam dan menerima nasibnya. Ia memilih untuk bersuara dan berbagi pengalamannya melalui sebuah blog, di mana ia mengaku sebagai penyintas kasus pemerkosaan. Tindakan beraninya ini berhasil menarik perhatian publik dan blognya menjadi viral, mendapatkan sorotan luas dari masyarakat.
Advertisement
Nadia menjadi korban pemerkosaan ketika ia berusaha menolong Andien yang sedang dirampok oleh dua orang penjahat bertopeng. Andien, sahabat Nadia sejak kecil, kini telah berkarier sebagai seorang desainer dan merancang gaun pengantin untuk Nadia.
Dalam insiden perampokan yang berujung pada pemerkosaan tersebut, Andien berhasil selamat setelah mengikuti saran Nadia untuk segera melarikan diri. Sementara itu, hidup dan karier Nadia hancur berkeping-keping, namun Andien tetap setia mendampingi dan memberikan dukungan untuk menguatkan mentalnya dalam menghadapi masa-masa sulit.
Advertisement
Reza merupakan pacar sekaligus calon suami Nadia yang berasal dari keluarga yang mapan. Hubungan mereka sangat serius, dan kedua orang tua Reza sering bertemu dengan ayah dan ibu Nadia untuk membahas persiapan pernikahan. Segala persiapan untuk menikah sudah matang, termasuk pemilihan baju pengantin dan kue tar.
Namun, ketika mendengar bahwa Nadia menjadi korban pemerkosaan, Reza merasa sangat syok. Dalam keadaan emosional tersebut, ia memilih untuk menarik diri dari Nadia. Akibatnya, Nadia merasa ditinggalkan oleh pacarnya sendiri, yang membuatnya merasa sangat terluka.
Advertisement
Adrian merupakan sosok yang menarik dalam novel Saat Aku Bersuara. Dalam cerita ini, ia terlibat dalam sebuah kasus yang melibatkan Nadia dan Guntur, di mana seorang anak dari pengusaha menjadi terdakwa dalam kasus pemerkosaan. Setelah mengalami kejadian traumatis tersebut, Adrian menjadi orang yang pertama kali dijumpai oleh Nadia. Dengan semangat yang membara, Nadia tidak ingin tetap diam dan memutuskan untuk membuat sebuah blog yang berisi pengakuan tentang pemerkosaan yang dialaminya oleh dua pria yang tidak dikenal.
Selain itu, Nadia juga melakukan riset mendalam mengenai sejumlah kasus pemerkosaan yang belum terpecahkan dalam lima tahun terakhir. Melihat ketekunan dan keberanian Nadia, Adrian yang memiliki masa lalu yang kelam merasa tergerak untuk memberikan bantuan. Ia ingin memastikan bahwa suara Nadia didengar dan keadilan dapat ditegakkan. Dengan demikian, kisah ini tidak hanya menggambarkan perjuangan individu melawan trauma, tetapi juga menyoroti pentingnya solidaritas dan dukungan dalam menghadapi ketidakadilan.
Advertisement
Salah satu DJ terkenal di Ibu Kota yang dikenal karena kecantikannya sekaligus daya tarik seksualnya, kini menjadi korban dari penganiayaan berat dan pemerkosaan. Situasi ini semakin rumit mengingat Aura memiliki rekam jejak yang cukup kontroversial.
Di media sosial, ia sering kali membagikan foto-foto dengan pakaian yang minim, menunjukkan sisi sensualnya. Dalam kehidupan sosialnya, Aura juga dikenal sebagai sosok yang sering berganti pasangan. Bahkan, seorang saksi mengungkapkan bahwa Aura bisa dianggap sebagai (maaf) piala bergilir. Kasus ini pun menjadi viral di kalangan masyarakat.
Advertisement
Guntur adalah seorang pengacara senior yang telah membangun law firm yang melayani klien-klien dari kalangan pengusaha kaya serta pejabat-pejabat terkemuka. Namanya semakin dikenal luas setelah ia berhasil membebaskan anak seorang pengusaha dari tuduhan pidana terkait kasus pemerkosaan. Dalam kasus tersebut, Guntur berperan sebagai pengacara untuk terdakwa, bersamaan dengan Nadia yang juga terlibat dalam kasus tersebut.
Namun, ada sebuah ironi dalam situasi ini; Guntur justru mempertanyakan keputusan Nadia untuk berbicara di blog setelah menjadi korban pemerkosaan. Hal ini membuat Nadia merasa sangat kecewa, karena ia merasa suaranya tidak dihargai dan dipahami. Kejadian ini menciptakan ketegangan antara mereka, yang sebelumnya bekerja sama dalam menangani kasus yang sangat sensitif dan kompleks ini.