Gubernur Sumut Terima Donasi Bencana Sumut Rp4,7 Miliar dari Pemkot Batam
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution menerima Donasi Bencana Sumut sebesar Rp4,7 miliar dari Pemkot Batam, wujud kepedulian terhadap korban banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, secara resmi menerima donasi bencana alam senilai Rp4,7 miliar dari Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan pada Kamis, 8 Januari 2026. Donasi ini merupakan bentuk konkret kepedulian Pemkot Batam serta masyarakatnya terhadap masyarakat Sumut yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan finansial tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat Sumut yang mengalami dampak serius dari banjir dan longsor pada akhir November lalu. Bobby Afif Nasution menyatakan apresiasi mendalam atas dukungan dan solidaritas yang ditunjukkan oleh Pemkot Batam. Donasi ini diharapkan dapat meringankan beban para korban serta mendukung proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, hadir langsung untuk menyerahkan donasi tersebut. Gubernur Sumut memastikan bahwa seluruh dana yang diterima akan dikelola dengan transparan dan akuntabel. Pendistribusian bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi-lokasi bencana yang paling membutuhkan.
Rincian Donasi dan Komitmen Transparansi
Donasi bencana alam yang diserahkan oleh Pemkot Batam kepada Pemerintah Provinsi Sumut mencapai total Rp4,7 miliar. Jumlah ini terdiri dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam sebesar Rp2,5 miliar. Selain itu, terdapat pula sumbangan dari masyarakat Batam yang terkumpul hingga Rp2,2 miliar, menunjukkan tingginya solidaritas.
Gubernur Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan bantuan secara transparan. Setiap rupiah yang diterima akan dipertanggungjawabkan dengan baik dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta efektivitas penyaluran bantuan.
Bobby berharap donasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi. Pembangunan huntara menjadi salah satu prioritas dalam masa transisi darurat bencana. Hal ini bertujuan agar para korban bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Kondisi Kebencanaan dan Upaya Pemulihan di Sumut
Bobby Afif Nasution juga memaparkan kondisi kebencanaan terkini di Sumut per 8 Januari 2026. Sebanyak 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana hidrometeorologi, dengan estimasi kerugian mencapai Rp17,23 triliun. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar akibat bencana tersebut.
Lima kabupaten/kota mengalami dampak terparah, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, dan Sibolga. Jumlah masyarakat terdampak mencapai 479.045 kepala keluarga atau 1.803.549 jiwa. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa, yang membutuhkan perhatian segera.
Data korban jiwa juga cukup memprihatinkan, dengan 372 jiwa meninggal dunia dan 53 jiwa dinyatakan hilang. Selain itu, 126 jiwa mengalami luka-luka akibat bencana alam ini. Pemerintah Provinsi Sumut saat ini berada dalam masa transisi darurat bencana selama tiga bulan, fokus pada penyelamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Upaya pemulihan juga mencakup pengurangan jumlah pengungsi melalui pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Bantuan seperti Donasi Bencana Sumut dari Pemkot Batam sangat vital dalam mendukung program-program ini. Gubernur berharap bantuan tersebut dapat menjadi kenangan positif dari kepedulian masyarakat Batam.
Solidaritas Batam di Momen Hari Jadi Kota
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumut. Ia juga menyebutkan bahwa dua provinsi lain di Sumatera turut terdampak bencana serupa. Solidaritas ini mencerminkan ikatan persaudaraan antar daerah di Indonesia.
Penggalangan Donasi Bencana Sumut ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-196 Tahun. Momen pergantian tahun juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana bantuan. Hingga 31 Desember 2025, total bantuan uang tunai yang terkumpul dari Batam mencapai Rp14.074.230.409.
Dana tersebut berasal dari APBD Batam sebesar Rp7,5 miliar dan donasi masyarakat sebesar Rp6.574.230.409. Amsakar menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Batam terhadap anak bangsa. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Sumut.
Pemkot Batam berharap donasi ini dapat mendukung penuh upaya pemulihan pascabencana yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumut. Solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak sangat krusial dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Sumber: AntaraNews