Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyampaikan bahwa bantuan dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran kepolisian ditujukan khusus bagi mereka yang terdampak bencana. Bobby Nasution menyatakan rasa terima kasih atas kepedulian Kapolri yang datang langsung ke Sumatera Utara. Kedatangan ini membawa serta bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di daerah-daerah terdampak bencana.
Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, pada Sabtu (14/2). Gubernur Sumut mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto dalam acara pelepasan bantuan tersebut. Sebelum pelepasan, Kapolri juga meresmikan sejumlah gedung di kompleks Mapolda Sumut.
Sebanyak 22 kontainer bantuan kemudian diberangkatkan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak di tiga provinsi Sumatera. Provinsi yang menerima bantuan tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sangat terbantu dengan adanya inisiatif dan **bantuan Kapolri untuk korban bencana** ini.
Advertisement
Advertisement
Kapolri Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan perhatian besar terhadap warga yang menjadi korban bencana di wilayah Sumatera. Kunjungannya ke Sumatera Utara secara langsung bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan. Gubernur Sumut Bobby Nasution secara terbuka menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kepedulian Kapolri ini.
Acara pelepasan bantuan tersebut dilaksanakan di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, pada hari Sabtu (14/2). Sebelum memulai prosesi pelepasan bantuan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga sempat meresmikan beberapa fasilitas baru di kompleks Mapolda Sumut. Hal ini menunjukkan komitmen Polri tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam pengembangan infrastruktur kepolisian.
Total 22 kontainer berisi bantuan logistik diberangkatkan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Bantuan ini mencakup tiga provinsi di Pulau Sumatera yang mengalami dampak bencana. Ketiga provinsi penerima adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang menunjukkan cakupan luas dari **bantuan Kapolri untuk korban bencana** ini.
Advertisement
Advertisement
Dampak Bencana dan Upaya Pemulihan di Sumatera Utara
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara pada akhir November 2025 telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Data dari Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut mencatat bahwa 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak. Estimasi kerugian finansial akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp17,23 triliun.
Jumlah warga yang terdampak bencana mencapai 479.045 kepala keluarga, atau setara dengan 1.803.549 jiwa. Selain itu, sebanyak 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka. Situasi ini menyoroti urgensi penanganan dan pemulihan pascabencana yang komprehensif.
Data korban juga menunjukkan angka yang memprihatinkan, dengan 126 jiwa mengalami luka-luka dan 372 jiwa meninggal dunia. Sebanyak 53 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian. Pemprov Sumut terus berupaya keras menyelesaikan fase pemulihan pascabencana ini.
Advertisement
Upaya pemulihan dilakukan melalui Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta dukungan terhadap langkah pemerintah pusat. **Bantuan Kapolri untuk korban bencana** ini menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan. Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini sangat membantu pemerintah.
Advertisement
Jenis Bantuan dan Peran Polri dalam Penanganan Bencana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto, merinci jenis bantuan yang disalurkan. Bantuan dari Polri ini meliputi berbagai kebutuhan logistik esensial. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana yang sangat mendesak.
Secara spesifik, jenis bantuan yang diberikan mencakup makanan dan bahan makanan pokok untuk konsumsi harian. Selain itu, disalurkan juga pakaian, perlengkapan tidur, serta obat-obatan untuk menjaga kesehatan para pengungsi dan korban. Kebutuhan lain yang dianggap vital juga turut disertakan dalam paket bantuan tersebut.
Gubernur Bobby Nasution memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran kepolisian di tingkat daerah. Mereka secara konsisten hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk dalam situasi bencana. Bobby menekankan bahwa peran ini patut diacungi jempol, meskipun bukan tugas utama Polri.
Advertisement
Kehadiran dan kepedulian Polri dalam penanganan bencana menunjukkan komitmen kuat terhadap kemanusiaan dan pelayanan publik. Ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan. **Bantuan Kapolri untuk korban bencana** merupakan wujud nyata kepedulian negara dalam menghadapi kesulitan masyarakat.
Sumber: AntaraNews