Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendirikan satu unit rumah siap huni bagi korban bencana hidrometeorologi di Palembayan, Agam. Inisiatif mulia ini merupakan hasil kolaborasi erat antara BKMT Bukittinggi dan Lembaga Amil Zakat Ashpen. Pembangunan rumah ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal layak serta membangkitkan kembali semangat para penyintas bencana yang kehilangan harta benda mereka.
Proyek pembangunan rumah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Camat Palembayan, Endrisasman, yang menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata BKMT Bukittinggi dan Ashpen atas kontribusi nyata dalam membantu warganya. Bantuan ini tidak hanya sebatas bangunan fisik, melainkan juga simbol harapan bagi masyarakat terdampak. Selain rumah, korban juga menerima bantuan berupa kasur, kompor gas beserta tabung, dan perlengkapan rumah tangga lainnya yang sangat bermanfaat untuk memulai kehidupan baru.
Pembangunan rumah ini menjadi respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Meskipun pemerintah terus berupaya mengayomi masyarakat sejak masa tanggap darurat, dampak bencana hidrologi masih dirasakan, terutama pada sektor pertanian yang belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, kehadiran rumah siap huni ini diharapkan dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan bagi keluarga yang terdampak, seperti keluarga Zaipul Lamri.
Advertisement
Advertisement
Camat Palembayan, Endrisasman, secara langsung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BKMT Bukittinggi dan Ashpen atas kontribusi nyata dalam membantu warganya. Menurut Endrisasman, bantuan ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak bencana. Hunian layak yang disediakan menjadi fondasi penting bagi pemulihan psikologis dan ekonomi korban.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya mencakup struktur rumah, tetapi juga berbagai perlengkapan esensial. Korban menerima kasur, kompor gas beserta tabung, dan berbagai perlengkapan lainnya yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Dukungan ini sangat berarti mengingat dampak bencana hidrologi yang masih dirasakan, terutama pada sektor pertanian yang belum sepenuhnya pulih sejak November 2025.
Pemerintah daerah, sejak masa tanggap darurat, terus berupaya mengayomi masyarakat. Namun, kolaborasi dengan organisasi seperti BKMT Bukittinggi dan Ashpen sangat vital dalam mempercepat proses pemulihan. Sinergi antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini memastikan bantuan dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan, memberikan harapan di tengah kesulitan.
Advertisement
Advertisement
Ketua BKMT Bukittinggi, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan wujud nyata pengabdian organisasi kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa BKMT tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan di surau, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan konkret. Syamsul Bahri berharap langkah ini dapat menginspirasi BKMT lainnya, baik di tingkat kota maupun provinsi, untuk turut berkontribusi membantu masyarakat.
Dukungan untuk proyek ini juga datang dari Pemerintah Kota Bukittinggi, yang memberikan bantuan berupa kasur, bedcover, serta kompor gas lengkap dengan tabung. Kolaborasi antara BKMT Bukittinggi, Ashpen, dan Pemkot Bukittinggi menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan pascabencana. Hal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan komprehensif dan memenuhi kebutuhan dasar korban.
Direktur Utama Ashpen, Zulfamiadi, menjelaskan peran lembaganya sebagai jembatan kebaikan antara donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Ashpen, sebagai lembaga resmi di Indonesia, siap menyalurkan amanah para donatur dengan transparan dan efektif. Zulfamiadi mengungkapkan bahwa Ashpen telah berhasil membangun dua rumah siap huni pascabencana 2025, menegaskan komitmen mereka dalam membantu pemulihan.
Advertisement
Zulfamiadi juga mengajak para donatur untuk terus berpartisipasi, dengan menekankan bahwa "Donatur memiliki dana, kami memiliki data, mari bersama membangun Agam dan Bukittinggi." Ini menunjukkan pendekatan kolaboratif Ashpen dalam memaksimalkan dampak bantuan.
Advertisement
Salah satu penerima bantuan, Zaipul Lamri, bersama istri dan kedua anaknya, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan rumah siap huni yang mereka terima. Keluarga Zaipul Lamri adalah korban bencana banjir bandang yang menghanyutkan rumah mereka, meninggalkan mereka tanpa tempat tinggal. Bantuan ini menjadi titik balik bagi mereka untuk bangkit dari keterpurukan.
Zaipul Lamri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meringankan beban mereka. Dengan adanya rumah baru yang layak huni, ia dan keluarganya dapat memulai kehidupan baru dengan lebih baik. Perasaan aman dan memiliki tempat tinggal yang stabil sangat krusial bagi pemulihan pascatrauma bencana.
Kisah Zaipul Lamri merefleksikan banyak korban bencana lainnya yang membutuhkan uluran tangan. Bantuan seperti yang diberikan oleh BKMT Bukittinggi dan Ashpen tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mengembalikan martabat dan harapan bagi keluarga yang terdampak. Ini adalah bukti nyata bahwa solidaritas sosial dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews