Pemprov NTB Dorong Sinergi Kampus Industri NTB untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja
Pemerintah Provinsi NTB aktif mendorong Sinergi Kampus Industri NTB guna menciptakan lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja, atasi pengangguran.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara proaktif mendorong terwujudnya sinergi kuat antara institusi pendidikan tinggi dan sektor industri. Inisiatif ini bertujuan utama untuk memastikan para lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, menegaskan pentingnya kolaborasi tripartite antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha. Pernyataan ini disampaikan di Mataram, menyoroti urgensi penyelarasan kurikulum kampus dengan kebutuhan pasar kerja. Sinergi ini krusial untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dorongan ini muncul di tengah fakta bahwa NTB memiliki lebih dari 18.000 perusahaan aktif yang membutuhkan tenaga kerja. Namun, dengan 3,2 juta angkatan kerja dan tingkat pengangguran terbuka 3,06 persen, relevansi kompetensi lulusan menjadi sorotan utama. Pemprov NTB bertekad mengatasi "pemborosan SDM" melalui pendekatan yang lebih terstruktur.
Membangun Kemitraan Strategis untuk Relevansi Kompetensi
Muslim menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan pembangunan daerah. Ia menegaskan, "Pentingnya sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja." Kemitraan ini menjadi fondasi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap dinamika industri.
Kondisi pasar kerja di NTB menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah angkatan kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang sesuai. Dengan 3,2 juta angkatan kerja dan sekitar 98 ribu pengangguran terbuka, relevansi kompetensi menjadi isu krusial. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memastikan kurikulum dan pelatihan mahasiswa sejalan dengan kebutuhan dunia usaha," tegas Muslim. Ia menambahkan, "Jangan sampai kita banyak mencetak lulusan, tetapi kompetensinya tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Ini yang disebut pemborosan SDM." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kurikulum yang adaptif dan program pelatihan yang efektif.
Dukungan Regulasi dan Program Magang Nasional-Internasional
Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya berhenti pada imbauan, melainkan telah memperkuat landasan hukum melalui penetapan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025. Regulasi ini menjadi payung hukum bagi pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan, program pelatihan, pemagangan, serta penempatan tenaga kerja daerah. Ini menunjukkan komitmen serius Pemprov NTB dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan.
Perda tersebut merupakan turunan dari regulasi nasional, yakni Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, serta Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan. Melalui kerangka kebijakan ini, Disnakertrans NTB aktif memfasilitasi berbagai program. Salah satunya adalah Program Magang Nasional yang memanfaatkan portal SIAPkerja dan MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan.
Untuk tahun 2025, tersedia 100 ribu kuota magang nasional, dengan 91 perusahaan dan instansi di NTB siap menjadi penyelenggara. Selain itu, Program Magang ke Jepang (IM Japan) menawarkan peluang bagi 10 ribu peserta dari Indonesia untuk bekerja di berbagai sektor. "Kalau kita bisa ambil 10 persen saja dari kuota itu, 10 ribu penganggur di NTB bisa terserap," ujar Muslim, menekankan potensi besar program ini.
Program magang ini bukan sekadar pengalaman, melainkan sarana vital untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja global. Muslim menegaskan, "Tapi tentu harus disiapkan dengan kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang." Hal ini menunjukkan bahwa persiapan yang matang adalah kunci untuk memanfaatkan peluang magang internasional secara optimal.
Ajakan Kolaborasi untuk SDM Unggul NTB
Menutup sesi pembekalan, Muslim mengajak seluruh mahasiswa untuk berperan aktif menjadi agen perubahan yang produktif dan berintegritas bagi NTB. Seruan ini menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah. Partisipasi aktif mereka diharapkan dapat mendorong kemajuan dan inovasi di berbagai sektor.
Pemerintah daerah menyadari bahwa upaya peningkatan kualitas SDM tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak. "Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi kampus-kampus di NTB," ungkap Muslim. Kolaborasi ini mencakup penyelarasan kurikulum, program magang, hingga penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri.
Muslim kembali menegaskan, "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan akademisi." Ia mengajak, "Mari bergerak bersama menyiapkan SDM NTB yang unggul, siap kerja, dan siap bersaing global." Ajakan ini merupakan komitmen untuk membangun ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di kancah global.
Sumber: AntaraNews