Pemkot Surabaya Perkuat Higiene Program MBG, Pastikan Keamanan Pangan Penerima Manfaat
Pemkot Surabaya terus tingkatkan standar higiene pada Program MBG Surabaya demi menjamin keamanan pangan dan keberlangsungan manfaat bagi 207 ribu lebih penerima.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara konsisten memperkuat standar higiene pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 207 ribu penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap hidangan yang disalurkan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat di seluruh wilayah Surabaya.
Ketua Satgas Pelaksana MBG Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan dalam menjaga kualitas program. Koordinasi erat dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Surabaya menjadi bagian integral dari upaya penguatan pengawasan dan perbaikan sistem.
Penguatan tata kelola ini juga mencakup verifikasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota pahlawan agar memenuhi standar operasional. Pemkot Surabaya berkomitmen penuh pada keamanan pangan dan higiene sanitasi demi kesehatan penerima manfaat.
Pengawasan Ketat untuk Keamanan Pangan Program MBG Surabaya
Satgas Pelaksana MBG Kota Surabaya, di bawah kepemimpinan Sekretaris Daerah Lilik Arijanto, secara aktif melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh. Kegiatan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan keberlangsungan Program MBG Surabaya yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat. Fokus utama adalah pada aspek keamanan pangan dan higiene sanitasi di setiap titik layanan.
Lilik Arijanto menjelaskan bahwa koordinasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Surabaya menjadi pilar penting dalam upaya penguatan pengawasan. Sinergi ini bertujuan untuk perbaikan berkelanjutan, menjamin bahwa standar gizi dan kebersihan selalu terjaga. Ini adalah komitmen Pemkot Surabaya terhadap kualitas layanan.
Dengan jumlah penerima manfaat mencapai 207.355 jiwa, Pemkot Surabaya tidak main-main dalam menjaga kualitas. Setiap proses, mulai dari persiapan hingga distribusi makanan, diawasi ketat. Hal ini demi memastikan setiap hidangan yang disajikan benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi.
Dorong Sertifikasi Higiene untuk SPPG Program MBG Surabaya
Pemutakhiran data per 18 Februari 2026 menunjukkan bahwa terdapat 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut, 67 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat secara aktif. Sisanya masih dalam proses persiapan atau penyesuaian administratif dan teknis untuk Program MBG Surabaya.
Sebanyak 36 SPPG telah berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebuah indikator penting kepatuhan terhadap standar kebersihan. Pemkot Surabaya terus mendorong SPPG lainnya untuk segera melengkapi sertifikasi ini. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menjaga mutu dan keamanan pangan Program MBG.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya telah menerbitkan surat imbauan resmi kepada yayasan dan mitra pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di seluruh titik layanan Program MBG Surabaya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program MBG Surabaya
Keberhasilan Program MBG Surabaya sangat bergantung pada sinergi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya dalam aspek perizinan. Namun juga mencakup kesiapan tenaga kerja yang terlibat dalam program tersebut.
Aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Selain itu, pemetaan sasaran penerima manfaat juga terus diperbarui dan diverifikasi. Hal ini bertujuan agar bantuan gizi tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Upaya penguatan ini mencerminkan dedikasi Pemkot Surabaya untuk menyajikan program yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan terkelola dengan baik. Dengan demikian, Program MBG Surabaya dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga kota.
Sumber: AntaraNews