Pemkab Sigi Perkuat Program Pemberdayaan Lansia, Targetkan Penurunan Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen melanjutkan Program Pemberdayaan Lansia, khususnya bagi yang produktif, demi meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program pemberdayaan masyarakat, dengan fokus utama pada kelompok lanjut usia (lansia) di daerah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, menyatakan pada Jumat, 13 Februari, bahwa program pemberdayaan ini secara khusus menyasar lansia yang masih produktif, terutama mereka yang berada dalam kategori desil 1 hingga 5. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kelompok rentan ini mendapatkan dukungan yang memadai untuk kemandirian ekonomi mereka.
Selain program pemberdayaan, Pemkab Sigi juga tetap menyalurkan bantuan bersifat konsumtif kepada masyarakat. Sumber pendanaan untuk inisiatif ini tidak hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, tetapi juga didukung oleh APBD provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Fokus Program Pemberdayaan Lansia Produktif
Program pemberdayaan lansia di Kabupaten Sigi dirancang untuk memberikan dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan. Ariyanto menjelaskan bahwa program ini menyasar lansia produktif yang tergolong dalam desil 1 hingga 5, memastikan bantuan tepat sasaran. Harapannya, masalah lansia di Kabupaten Sigi, termasuk lansia terlantar dan disabilitas, dapat teratasi secara menyeluruh melalui intervensi ini.
Pemerintah daerah juga membuka diri untuk meminta bantuan kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Nipotowe Palu, yang berlokasi di Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat jangkauan dan efektivitas program, terutama dalam penanganan kasus-kasus khusus yang membutuhkan perhatian lebih.
Keberhasilan kinerja Dinas Sosial dalam program pemberdayaan ini dapat diukur dari penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sigi. Indikator ini menjadi tolok ukur utama yang menunjukkan efektivitas kebijakan dan implementasi program di lapangan.
Upaya Penurunan Angka Kemiskinan di Sigi
Selama tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Sigi memfokuskan perhatian pada penanganan penurunan angka kemiskinan ekstrem. Ariyanto optimis bahwa melalui program pemberdayaan lansia yang berjalan optimal, angka kemiskinan di Sigi akan terus mengalami penurunan signifikan, bahkan hingga mencapai nol kasus.
Penurunan kasus kemiskinan ini juga berbanding lurus dengan turunnya angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sigi. Pemerintah daerah secara aktif melakukan intervensi terhadap masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem, sehingga dampak positif program dapat dirasakan secara merata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa persentase kemiskinan di Kabupaten Sigi pada tahun 2025 sebesar 10,47 persen. Angka ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,06 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas berbagai program yang telah dilaksanakan.
Data dan Statistik Kesejahteraan Sosial
Jumlah lansia yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Sigi mencapai 13.156 orang. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program bantuan serta pemberdayaan yang tepat sasaran.
Selain itu, jumlah warga Kabupaten Sigi pada tahun 2025 tercatat sebanyak 273,2 ribu jiwa, dengan jumlah masyarakat miskin sebanyak 28.604 jiwa. Angka-angka ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi di Sigi dan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan selanjutnya.
Sumber: AntaraNews