Dinsos Kaltim Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Kaltim Jadi Tiga Persen pada 2026

Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) bertekad mencapai penurunan angka kemiskinan Kaltim dari 5,17 persen menjadi tiga persen pada tahun 2026, melalui empat program strategis yang inovatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinsos Kaltim Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Kaltim Jadi Tiga Persen pada 2026
Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) bertekad mencapai penurunan angka kemiskinan Kaltim dari 5,17 persen menjadi tiga persen pada tahun 2026, melalui empat program strategis yang inovatif. (AntaraNews)

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Penurunan ini ditargetkan dari posisi 5,17 persen menjadi kisaran tiga persen pada tahun 2026 mendatang.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa target penurunan ini merupakan prioritas utama. Hal ini sejalan dengan amanat yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinsos Kaltim telah menyusun dan akan mengimplementasikan empat program strategis. Program-program ini dirancang untuk mengatasi akar masalah kemiskinan serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Peningkatan Pendapatan Keluarga dan Rehabilitasi Sosial

Strategi pertama yang diusung Dinsos Kaltim berfokus pada peningkatan pendapatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Inisiatif ini diwujudkan melalui pemberian bantuan usaha ekonomi produktif.

Pemerintah akan menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp5 juta kepada KPM, dengan harapan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera. Target awal program ini adalah 1.000 keluarga, dengan upaya peningkatan menjadi 1.500 penerima melalui anggaran perubahan tahun 2026.

Strategi kedua mencakup penguatan layanan rehabilitasi sosial. Langkah konkretnya adalah pengoperasian panti penyandang disabilitas baru yang berlokasi di Kawasan Rapak Dalam.

Fasilitas panti ini memiliki kapasitas maksimal 200 orang dan akan difungsikan sebagai pusat pelatihan untuk pengembangan keterampilan. Tujuannya adalah memberikan bekal bagi penyandang disabilitas agar lebih mandiri dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberdayaan Masyarakat dan Akses Pendidikan Berkualitas

Program ketiga yang digulirkan Dinsos Kaltim menyasar pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini dilakukan melalui penguatan peran relawan dan pekerja sosial di lapangan.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem sosial yang terpadu, di mana relawan dan pekerja sosial dapat berkolaborasi secara efektif dalam membantu masyarakat rentan. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan masalah sosial dan kemiskinan di tingkat komunitas.

Keempat, Dinsos Kaltim juga menjalin sinergi erat dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Sekolah Rakyat dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kategori miskin ekstrem pada Desil I dan II, memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Pemerintah pusat mengalokasikan dana sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan satu gedung sekolah permanen yang mampu menampung 1.000 siswa dari keluarga miskin.

Selain itu, pembangunan fisik sekolah juga akan dilakukan di tiga lokasi tambahan, yaitu Bukit Biru di Kabupaten Kutai Kartanegara, Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara, dan Bontang. Proyek pembangunan ini direncanakan berlangsung pada periode 2026 hingga 2027, memperluas jangkauan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi